Kompas.com - 03/01/2020, 13:10 WIB
Ilustrasi Tim CeritalahIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,35 persen menjadi 104,46 secara nasional dibanding bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP tersebut dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,59 persen, lebih besar dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,24 persen.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di 33 provinsi Indonesia pada Desember 2019, NTP secara nasional naik 0,35 persen dibandingkan NTP November 2019, yaitu dari 104,10 menjadi 104,46," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Kamis (2/2/2020).

Baca juga: Nilai Tukar Petani Naik 0,16 Persen pada Oktober 2019

Suhariyanto pun menjelaskan, kenaikan NTP di Desember 2019 dipengaruhi oleh naiknya NTP du subsektor tanaman pangan sebesar 0,16 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 1,61 persen dan subsektor perikanan naik 0,42 persen.

Sementara itu, NTP pada subsektor holtikultura dan peternakan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,24 persen dan 0,04 persen.

Sebagai informasi, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terjadap indeks harga yang dibayar petani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Nilai Tukar Petani di September 2019 Meningkat, Apa Artinya?

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Secara lebih rinci dijelaskan, pada Desember 2019 NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (2,65 persen) dibandingkan dengan kenaikan NTP provinsi lain.

Sebaliknya, NTP Provinsi Papua Barat mengalami kontraksi atau penurunan terbesar (1,08 persen) jika dibandingkan dengan provinsi lain.

Baca juga: Meluruskan Pemahahaman Nilai Tukar Petani, Harga dan Produktivitas

Untuk inflasi pedesaan, di Desember 2019 terjadi sebesar 0,28 persen disebabkan oleh kenaikan indeks di seluruh kelompok penyusun indeks konsumsi rumah tangga terutama pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.