Menperin Usulkan Harga Gas untuk Industri Diturunkan

Kompas.com - 06/01/2020, 14:26 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian ( Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bakal mengajukan beberapa usulan ke Presiden Joko Widodo, salah satunya untuk menurunkan harga gas industri.

Dalam jumpa pers di Kementerian Perindustrian, Senin (6/1/2020), Agus mengatakan seharusnya harga gas dapat diturunkan menjadi 6 dollar AS per MMBtu untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT) hulu.

Ini sesuai dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi untuk Industri Tertentu.

Baca juga: Kemenperin Akui Harga Gas untuk Industri Tak Kompetitif

Ia menilai harga saat ini harga sebesar 9-12 dollar AS per MMBtu dinilai terlalu memberatkan industri dalam negeri.

Untuk itu, dengan pengurangan pengurangan porsi pemerintah dari hasil kegiatan kontraktor kontrak kerja sama (K3S), sebesar 2,2 dolar AS per MMBtu harusnya mampu mengurangi harga gas.

"Jika porsi pemerintah bisa dikurangi maka harganya bisa dikurangi dari 9 dollar AS," kata Agus.

Selanjutnya, untuk menjamin ketersediaan gas untuk industri dengan harga spot 4,5 dollar AS, K3S diwajibkan memasok gas untuk domestic market obligation (DMO), kepada PGN.

Terakhir, bagi perusahaan swasta yang belum memiliki jaringan gas nasional, maka akan diberikan kemudahan untuk melakukan import dengan tujuan pengembangan kawasan industri.

"Perlu dicatat bahwa perusahaan yang diberikan tugas untuk mengimpor gas itu hanya menyuplai gas untuk kebutuhan industri," terang Agus.

Baca juga: DPR Dorong Penurunan Harga Gas untuk Industri

Sebelumnya dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik (ILMATE) Kemenperin, Harjanto menjelaskan, ada tiga faktor yang membuat industri di Indonesia sulit berkompetisi.

"Yang membuat industri kita tidak kompetitif, dari segi eksternal adalah harga energi (gas), lingkungan yang berasal dari limbah B3, dan logistic cost. Sementara, faktor internalnya karena mesin kita sudah lama," ungkapnya.

Persoalan lain dari gas, yaitu sulitnya mendapatkan energi tersebut meski harganya sesuai dengan biaya perseroan.

"Mendapatkan harga gas 6 dollar AS, tetapi pada faktanya mendapatkan harganya sesuai tetapi barangnya tidak ada," ucapnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X