Bangun Bandara Ngloram di Blora, Pemerintah Siapkan Rp 72 Miliar

Kompas.com - 12/01/2020, 06:03 WIB
Suasana Bandara Ngloram, Blora, Jateng, Kamis (12/12/2019). Dokumen Pemkab BloraSuasana Bandara Ngloram, Blora, Jateng, Kamis (12/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 72 miliar untuk pembangunan Bandara Ngloram, Blora, Jawa Tengah. 

Budi menjelaskan anggaran tersebut disiapkan untuk pengerjaan dua hal, yaitu perpanjangan runway atau landasan pacu dan pembangunan terminal Bandara Ngloram.

Target pembangunannya sendiri diharapkan sudah selesai dan beroperasi secara komersil pada Tahun 2021.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Terminal Bandara Ngloram

"Ngloram itu lebih progresif, karena untuk tanahnya sudah selesai semuanya. Oleh karenanya kita menyediakan anggaran kurang lebih 72 miliar rupiah untuk pembangunan," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2020).

Direncanakan Menhub akan berkunjung ke Bandara Ngloram bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bulan depan.

Namun, hari ini, dirinya bersama dengan Dirhub Udara, Polana B Pramesti dan Direktur Bandara Udara, Praminto Hadi, melakukan tes penerbangan.

"Jadi sekarang ini penerbangan perdana oleh saya itu baru boleh dilakukan kalau ada test flight terlebih dahulu. Sekarang sedang dilakukan oleh Bu Dirjen dan Pak Direktur Bandara, kalau bagus mungkin bulan depan saya ke saya mau ajak Pak Gubernur nanti," ujarnya.

Baca juga: Menilik Bandara Ngloram Blora yang Mengangkat Kearifan Lokal

Saat ini, Bandara Ngloram memiliki runway sepanjang 1.200 m x 30 m dan belum memiliki terminal penumpang. Ke depannya, akan dilakukan 4 tahap pengembangan Bandara Ngloram.

Tahap pertama runway akan diperluas menjadi 1.400 m x 30 m, apron 84 m x 60 m, serta pembangunan terminal penumpang seluas 240 meter persegi dengan kapasitas lebih dari 50.000 penumpang per tahun.

Tahap ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020, agar dapat segera dioperasikan menjadi bandara komersil.

Pada tahap kedua dilakukan pengembangan runway menjadi 1.600 x 30 m, apron menjadi 127 m x 90 m, terminal penumpang menjadi 2.013 meter persegi dengan kapasitas 138.562 penumpang per tahun.

Tahap ketiga, runway diperluas menjadi 1.850 m x 45 m, apron menjadi 168 m x 90 m, dan terminal penumpang menjadi 3.726 meter persegi dengan kapasitas 237.390 penumpang per tahun.

Baca juga: Mangkrak 34 Tahun, Bandara Ngloram Blora Didarati Pesawat Akhir 2019

Tahap terakhir direncanakan runway akan memiliki panjang 2.000 m x 45 m, apron seluas 168 m x 90 m akan difasilitasi untuk dapat menampung 4 pesawat ATR 72-600 serta dua pesawat Boeing 737-600, serta terminal penumpang yang luasnya 5.216 meter persegi dengan kapasitas 420.551 penumpang per tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X