Profil Hanson International, Pengembang Swasta di Pusaran Kasus Jiwasraya & Asabri

Kompas.com - 14/01/2020, 16:07 WIB
Adnan Tabrani, Hartono Santosa, Rony Agung Suseno, R. Agus Santosa, Venkata Ramana Tata saat mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Public Expose Tahunan di Apartemen South Hills, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019). Kompas.com/SuhaielaAdnan Tabrani, Hartono Santosa, Rony Agung Suseno, R. Agus Santosa, Venkata Ramana Tata saat mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Public Expose Tahunan di Apartemen South Hills, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama PT Hanson International Tbk mencuat sejak beberapa waktu belakangan. Perusahaan properti ini dikait-kaitkan dengan skandal dua perusahaan BUMN asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

Baik Jiwasraya maupun Asabri, menempatkan dana nasabahnya dengan nominal cukup besar di PT Hanson International Tbk. Selain penempatan lewat saham, investasi juga mengalir lewat pembelian Medium Term Note (MTN) atau surat berharga berjenis utang.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, emiten dengan kode MYRX ini berkantor di Mayapada Tower, Jalan Sudirman, Jakarta.

Terselip nama Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro yang menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus pemegang saham 4,25 persen, kemudian Asabri memegang saham 5,401 persen, dan saham sisanya dimiliki publik sebanyak 90,349 persen.

Saham Hanson International juga termasuk kategori sebagai saham gocap aliasnya nilainya berada pada harga terendah perdagangan saham Rp 50 per lembarnya.

Dilihat dari aktivitas perdagangannya di BEI, sahamnya juga jarang diperdagangkan alias tak liquid.

Baca juga: Siapa Benny Tjokro, Sosok yang Terseret Kasus Jiwasraya dan Asabri?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di penutupan terakhir perdagangan pada Senin (13/1/2020), volume perdagangannya hanya 2.600 saham dengan nilai tak lebih dari Rp 130.000 dalam 3 frekuensi perdagangan dengan harga penutupan Rp 50 per lembarnya.

Selain usaha properti yang dikelola lewat PT Mandiri Mega Jaya, perseroan juga merambah usaha pertambangan lewat anak usahanya PT Binadaya Wiramaju, kemudian pengolahan limbah di bawah bendera PT De Petroleum International.

Dilihat dari laman resminya, PT Hanson International Tbk didirikan tahun 1971. Perusahaan ini semula merupakan perusahaan manufaktur tekstil yang beralih fungsi menjadi perusahaan landbank properti yang unggul di tahun 2013 setelah mendapatkan lebih dari 4.900 hektar lahan.

PT Hanson International Tbk saat ini memfokuskan diri untuk membangun kawasan kota di Maja dan Serpong dengan target segmen menengah ke bawah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X