Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Waris Disney Dukung RUU untuk Pangkas Kesenjangan Gaji CEO dan Pegawai

Kompas.com - 18/01/2020, 20:29 WIB

CALIFORNIA, KOMPAS.com - Senat Negara Bagian California Amerika Serikat tengah menggodok rancangan undang-undang untuk meningkatkan kewajiban perpajakan perusahaan yang sebanding dengan kesenjangan pembayaran upah antara CEO dengan karyawannya.

RUU tersebut telah melewati proses dengar pendapat komite pertama di Rabu (15/1/2020). Artinya RUU itu akan segera diajukan ke Senat California untuk dilakukan pemungutan suara pada 31 Januari mendatang.

Dikutip dari CNN, Sabtu (18/1/2020), ahli waris Disney Abigail Disney pun memberikan pernyatannya kepada senat dalam rangka mendukung RUU yang juga akan memberi insentif kepada perusahaan-perusahaan yang melakukan pembatasan pada upah CEO-nya.

Baca juga: Simak 10 Prinsip Jadi Pemimpin Hebat Ala CEO Walt Disney

Disney dan organisasi tempat dia bernaung, Patriotic Millionaires telah secara lantang menyuarakan tentang pengurangan ketidaksetaraan pendapatan antara CEO dan pekerja dengan menaikkan pajak perusahaan.

Selain itu RUU tersebut juga memiliki tujuan untuk menyetarakan tarif pajak sesuai dengan peningkatan modal dan pendapatan, serta meningkatkan pajak perumahan negara bagian California juga meningkatkan upah minimum menjadi 15 dollar AS per jam di 2024 mendatang.

Tahun lalu, Disney telah mengkritisi secara publik pendapatan yang dikantongi CEO Disney Bob Iger yang mencapai 66 juta dollar AS atau 1.424 kali lebih besar dari gaji rata-rata pegawai Disney.

Adapun saat ini, pajak pendapatan perusahaan di California untuk seluruh lini bisnis adalah sebesar 8,84 persen.

RUU tersebut bakal meningkatkan pajak untuk perusahaan dengan pendapatan bersih lebih dari 10 juta dollar AS menjadi di kisaran 10,84 persen dan 14,84 persen, tergantung pada rasio pendapatan CEO dan pegawai perusahaan tersebut. Adapun untuk pajak yang bakal dibebankan berada di kisaran 12,84 persen hingga 16,84 persen.

Kebanyakan perusahaan yang membayarkan gaji CEOnya lebih dari 300 kali lipat dari gaji pegawainya akan dikenakan pajak di batas atas yaitu 14,84 persen.

"Keuntungan perusahaan meroket ke level tertinggi sepanjang masa, namun upah pekerja hampir tidak bergerak. Perusahaan yang sama juga mendapatkan keuntungan dari rejeki nomplok yang diberikan Presiden Trump melalui pemangkasan pajak pada 2017. Meskipun ada keuntungan luar biasa, porsi dari pajak yang dibayarkan oleh perusahaan ke negara bagian California hampir mencapai titik terendah dalam 40 tahun," tulis Patriotic Millionaires dan California Voices for Progress dalam sebuah surat kepada Ketua Komite Tata Kelola dan Keuangan Senat California.

Namun demikian, RUU tersebut mendapat tentangan, salah satunya dari Kamar Dagang California. Mereka menyebut RUU tersebut sebagai pembunuh pekerjaan.

"Jika RUU ini lolos, maka California akan memiliki pajak perusahaan tertinggi di Amerika Serikat dan juga terbesar kedua secara nasional untuk pajak pendapatan, penjualan dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Ini tidak diragukan lagi akan mencegah perusahaan untuk mencari atau berinvestasi lebih lanjut di negara bagian ini," tulis mereka kepada Komite Keuangan Senat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber CNN
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, hingga Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, hingga Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Smartpreneur
Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Whats New
Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Bagaimana Penerapan 'Product Market Fit' dalam Startup?

Bagaimana Penerapan "Product Market Fit" dalam Startup?

Whats New
Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Whats New
Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Whats New
IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

Whats New
Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Whats New
Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Whats New
Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Whats New
Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Whats New
Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+