Jadi Dirut Garuda, Ini Sederet Tugas Irfan Setiaputra

Kompas.com - 22/01/2020, 18:36 WIB
Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia https://sigfox.id/Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi menunjuk Irfan Setiaputra menjadi Direktur Utama.

Irfan menggantikan Plt Dirut Fuad Rizal dan Direktur Utama yang sebelumnya diduga ikut dalam kasus penyelundupan barang mewah, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

Anggota Ombudsman Alvin Lie mengatakan, ada banyak tugas baru yang menanti Irfan sebagai Dirut Garuda. Mulai dari pelunasan utang, manajemen perusahaan yang lebih baik, dan menyehatkan iklim kerja.

Baca juga: Jadi Dirut Baru Garuda, Siapa Irfan Setiaputra?

Dalam catatan yang dikemukakan Alvin, Garuda memiliki utang sekitar 500 juta dollar AS yang jatuh tempo pada Mei 2020. Untuk itu, Alvin mengimbau Garuda mampu melunasinya meski tak sepenuhnya dibayar dari hasil bisnis.

"Itu saya yakin tidak mungkin bisa dibayar dengan modal atau dari hasil bisnis. Pasti dibayar dengan utang lagi. Nah utang lagi ini, utang barunya harus lebih murah daripada utang lama," mata Alvin di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Kedua, Alvin meminta direksi baru mampu memperkuat rasa kebersamaan di Garuda. Sebab, dia melihat karyawan Garuda masih terkotak-kotak. Bila terus dibiarkan, akan menimbulkan iklim kerja yang tidak sehat secara terus-menerus.

"Karyawannya ribuan, belum berhasil semuanya merasa bagian dari Garuda. Ada yang merasa lebih Garuda dari yang lainnya. Dan ini tidak sehat," ungkap Alvin.

Baca juga: Irfan Setiaputra Resmi Ditunjuk Menjadi Dirut Garuda Indonesia

Ketiga, Alvin mengimbau Garuda mampu menjauhkan diri dari campur tangan politik, mesti Garuda masuk dalam perusahaan pelat merah. Hal ini membantu direksi menjalankan tugasnya lebih efektif.

"Murni melaksanakan tugas-tugas yang diembankan oleh negara bukan oleh menteri atau pejabat," ucap dia.

Kemudian terakhir, Garuda mesti memperhatikan maintenance pesawat yang digunakan. Hal ini karena beberapa pesawat Garuda seperti tipe Boeing 737-800 sudah berusia tidak muda lagi. Bahkan ada beberapa pesawat yang berusia sekitar 8-10 tahun.

"Dari aspek keselamatan, tidak masalah. Tapi dari aspek efisiensi dan daya tarik kepada penumpang ini sudah menurun. Garuda dituntut untuk melakukan pemeriksaan armadanya. Kira-kira itu," kata Alvin.

Baca juga: Triawan Munaf hingga Yenny Wahid Masuk Jajaran Komisaris Garuda Indonesia

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X