Ini Alasan Erick Thohir Masih Pertahankan Fuad Rizal di Direksi Garuda

Kompas.com - 23/01/2020, 14:24 WIB
Plt Direktur Utama Garuda Indonesia garuda-indonesia.comPlt Direktur Utama Garuda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah merombak susunan direksi dan komisaris Garuda Indonesia.

Dari perombakan yang baru dilakukan, Erick masih mempercayakan Fuad Rizal untuk menduduki posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia.

Fuad sendiri menduduki jabatan yang sama di era kepemimpinan Ari Askhara.

Baca juga: Ditunjuk Jadi Plt Dirut Garuda, Ini Profil Fuad Rizal

Lantas, apa alasan Erick masih mempercayai Fuad untuk duduk kembali di jajaran direksi Garuda Indonesia?

“Loh kan sudah ada susunan direksinya. Ya nanti biarkan saja beri kesempatan bekerja,” ujar Erick di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Kendati begitu, Erick mengaku akan terus memantau kinerja dari para jajaran direksi maskapai plat merah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Direksinya diberi kesempatan bekerja, dan tentu diawasi,” kata Erick.

Baca juga: Harapan Erick Thohir untuk Dirut Baru Garuda Indonesia Irfan Setiaputra

Sebelumnya, Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia, 24 April 2019, mengumumkan, sepanjang tahun 2018 perusahaan mencetak laba bersih 809.840 dollar AS meningkat tajam dari tahun 2017 yang rugi 216,58 juta dollar AS.

Namun, dua komisarisnya menolak laporan keuangan itu.

Penolakan itu berkaitan dengan pernjanjian kerja sama Garuda dengan PT Mahata Aero Teknologi dan PT Citilink Indonesia yang diperkirakan menuai kerugian sebesar 244,95 juta dollar AS.

Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan menemukan adanya pelanggaran di laporan keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2018 tersebut.

Baca juga: Garuda Jangan Cuma Jago di Negeri Sendiri...

Setelah menemukan pelanggaran itu, OJK dan Kemenkeu pun memberikan sanksi kepada Garuda dan auditor yang mengaudit laporan keuangannya.

Sanksi diberikan setelah kedua instansi tersebut memeriksa auditor terkait permasalahan laporan keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2018, khususnya pengakuan pendapatan atas perjanjian kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi yang diindikasikan tidak sesuai dengan standar akuntansi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.