Freeport Minta Pemerintah Tarik Investor Demi Serap Tembaga

Kompas.com - 23/01/2020, 19:04 WIB
Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAVice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama
|

Apabila pemerintah tidak mampu menarik investor dan menambah pelaku industri, maka diyakini lempengan konsentrat yang tidak terserap pelaku usaha dalam negeri akan semakin tinggi.

Riza menilai hal ini berlawanan dengan visi pemerintah yang ingin fokus mendorong nilai tambah melalui hilirasi.

"Pemerintah ingin meningkatkan hilirasasi, makanya dibangun smelter kedua. Tapi ini kan belum ada pabrik-pabrik lagi yang menamung," tuturnya.

Menurut dia, produk dari smelter bukan lah suatu bentuk hilirisasi yang benar. Pasalnya, nilai tambah dari konsetrat ke lempangan tembaga tidak lebih dari 5 persen.

Baca juga: BRI: Karyawan Huawei yang Dilarikan ke RS Bukan karena Virus Corona

"Tembaga yang kita hasilkan nilai tambahnya sudah 95 persen, kemudian yag dimurnikan jadi 100 persen," katanya.

Dengan margin keuntungan yang sangat tipis, Riza menyayangkan apabila pemerintah tidak mampu menarik investor untuk membangun pabrik di dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, pembangunan smelter Gresik membutuhkan biaya investasi sebesar 3 miliar dollar AS atau setara Rp 42 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS).

Dengan margin yang sangat tipis, akan memakan waktu yang sangat lama agar Freeport mampu mendapatkan keuntungan dari smelter ini.

Baca juga: Mau Investasi SBR009 Mulai Rp 1 Juta? Begini Cara Pesannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.