Erick Thohir Beberkan Alasan Ahok Cs Mau Jadi “Anak Buahnya”

Kompas.com - 26/02/2020, 20:13 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan keterangan pers di Hotel Pasific Place, Jakarta, Kamis (20/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri BUMN Erick Thohir memberikan keterangan pers di Hotel Pasific Place, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir membeberkan alasan mengapa beberapa figur papan atas mau bergabung ke beberapa perusahaan plat merah.

Figur-figur tersebut, yakni adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Chandra Hamzah, Chatib Basri, Agus Martowardoyo, Archandra Tahar, dan Triawan Munaf.

Menurut Erick, orang-orang ternama itu mau bergabung untuk membantunya karena melihat ada potensi perubahan di tatanan BUMN.

“(Mereka) enggak mungkin mau gabung (ke BUMN) kalau enggak lihat reformasi BUMN ke arah yang benar,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Erick Thohir: BUMN Bukan Badan Usaha Milik Nenek Lu!

Erick menambahkan, sosok-sosok tersebut dia tempatkan di jajaran komisaris perusahaan plat merah. Fungsinya, untuk mengawasi kinerja perusahaan BUMN.

“Kita ada rapat bulanan (dengan jajaran komisaris), ingin pastikan (proses) bisnis dengan pengawasan yang baik, karena kita pengelola,” kata Erick.

Sebagai informasi, Ahok merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta. Saat ini dia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Lalu, Chatib Basri meruapakan mantan Menteri Keuangan. Kini, dia di tempatkan sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri.

Baca juga: Chatib Basri Diangkat Jadi Komut Bank Mandiri

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X