Erick Thohir: BUMN Bukan Badan Usaha Milik Nenek Lu!

Kompas.com - 26/02/2020, 15:31 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri BUMN, Erick Thohir sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) Erick Thohir berpesan kepada bos-bos perusahaan pelat merah agar bertingkah layaknya pengelola perusahaan, bukan seperti pemilik perseroan.

Sebab, BUMN ditugaskan mengelola aset milik negara, bukan sebagai pemilik asetnya.

“BUMN ini kadang-kadang dipersepsikan juga yang salah, bahwa kita ini pemilik, ini yang kita selalu betulkan," ujar Erick di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Erick Thohir: Direksi yang Mau Membangkrutkan BUMN Akan Saya Copot

Erick mengatakan, dalam mengelola sebuah perusahaan, BUMN harus memegang teguh amanah dari pemilik aset, dalam hal ini adalah negara. Bukan malah menyalahgunakan wewenang, yang pada akhirnya bisa merugikan negara.

“Kita itu pengelola badan usaha milik negara, bukan badan usaha milik nenek lu,” seloroh Erick.

Sebagai pengelola, ada aturan dari pemilik aset yang perlu ditaati sehingga para bos BUMN tak bisa bertindak semaunya.

“Jelas kita pengelola, kalau pengelola, ada batasan-batasan (yang perlu ditaati),” ucap dia.

Baca juga: Mau Kerja di BUMN Konstruksi? Hutama Karya Buka Banyak Lowongan Kerja



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X