Kompas.com - 02/03/2020, 14:45 WIB
Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo (tengah) ketika memberikan paparan kepada awak media di Jakarta, Selasa (10/12/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIADirektur Jenderal Pajak Suryo Utomo (tengah) ketika memberikan paparan kepada awak media di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo resmi mengubah tugas dan fungsi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama mulai hari ini, Senin (2/3/2020). Tujuan utamanya ialah untuk memperluas basis perpajakan sebagai salah satu strategi utama meningkatkan penerimaan pajak di tahun 2020.

Suryo mengatakan, tantangan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam menghimpun pajak semakin berat dan beragam. Sejak tahun lalu, ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta wabah virus corona pada awal tahun ini berdampak pada perlambatan ekonomi secara global, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, perubahan strategi dan cara kerja tidak bisa dihindarkan dan harus segera dimulai. Tahun ini, Suryo berambisi meningkatkan ekstensifikasi untuk memperluas basis perpajakan.

Baca juga: Ditjen Pajak Kirim Surat Elektronik ke 11 Juta Wajib Pajak, Apa Isinya?

“Walaupun ekonomi kita tumbuh cukup baik, tapi kita menghadapi tren pertumbuhan penerimaan dan rasio pajak yang menurun. Inilah yang melatarbelakangi perubahan kita,” tutur Suryo dalam acara Kick-Off Perubahan Tugas dan Fungsi KPP Pratama, Senin (2/3).

Selain itu, Suryo mengatakan, penerimaan pajak selama ini sangat bergantung pada kontribusi wajib pajak (WP) Besar. Kondisi tersebut membuat risiko penerimaan menjadi besar terutama di saat kondisi ekonomi mengalami tekanan atau terimbas sentimen buruk sehingga berdampak pada setoran pajak.

Dengan perubahan tugas dan fungsi KPP Pratama yang lebih terfokus pada fungsi ekstensifikasi ini, Suryo berharap kontribusi dari luar WP Besar bisa meningkat.
Bertambahnya jumlah WP baru juga bertujuan mengompensasi potensi hilangnya penerimaan pajak sebagai konsekuensi diberlakukannya banyak insentif oleh pemerintah untuk mendorong perekonomian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Lima tahun ke depan, tugas dan fungsi kita (KPP Pratama) adalah bagaimana memperluas basis pajak, dengan tidak meninggalkan para WP yang sudah terdaftar dan tersegmentasi. Ini perlu jadi pegangan kita bersama,” tandas Dirjen Pajak yang bertugas sejak November tahun lalu tersebut. (Grace Olivia | Herlina Kartika Dewi)

Baca juga: Banyak Apotek Sudah Kehabisan Stok Masker

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Dirjen Pajak: Perubahan tugas KPP Pratama untuk kurangi ketergantungan pada WP besar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.