KILAS

Dukung “Work from Home”, Kementan Jamin Kebutuhan Sembako Terpenuhi

Kompas.com - 23/03/2020, 19:27 WIB

KOMPAS.comKementerian Pertanian (Kementan) telah menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan guna mendukung work from home (WFH), selaku kebijakan pemerinah untuk memutus rantai penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Upaya itu salah satunya dilakukan dengan penandatanganan kesepakatan bersama pemasok dan produsen pangan tentang ketersediaan, stabilisasi pasokan, dan harga pangan.

Adapun pangan yang dimaksud adalah beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

Tak hanya menghadapi wabah virus corona, penandatanganan itu juga merupakan wujud komitmen pemerintah menjaga pasokan dan stabilitas harga menjelang puasa dan Lebaran.

Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Kementan Gandeng Pemasok dan Produsen untuk Jamin Ketersediaan Pangan

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono saat pertemuan dengan para pengusaha pangan di Kantor Kementan turut meminta semua pihak untuk terlibat dalam penyediaan pangan di Indonesia.

"Ini tugas bersama untuk negara dan bangsa dalam menyediakan pangan yang cukup bagi 267 juta orang," kata Kasdi dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Senin(23/3/2020).

Sektor pertanian sebagai kebutuhan prioritas

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Hamid Noor meminta pemerintah menjadikan sektor pertanian sebagai kebutuhan prioritas dalam menghadari penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Menurut dia, sektor pertanian tidak bisa dianggap remeh karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar umat manusia.

"Yang paling penting dalam situasi seperti ini adalah adanya jaminan akses pangan yang mudah didapat dengan harga wajar atau normal bagi seluruh masyarakat," ujar Hamid yang juga merupakan politisi PKS, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Hadapi Pandemi Corona, Akademisi Ini Nilai Pemerintah Cukup Kuat Jaga Ketersediaan Pangan

Ia melanjutkan, wabah Covid-19 sangat berbahaya dan berdampak luas ke berbagai sektor, salah satunya terganggunya produksi pertanian di seluruh daerah.

"Untuk itu, saya meminta kepada pemerintah agar ada pernyataan dan regulasi yang ditetapkan untuk memastikan pendapatan petani yang memadai dengan kepastian harga yang baik dan tidak diganggu aktivitas impor," ujar Hamid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.