Sebelum BI Biayai Defisit Fiskal, Pemerintah Cari Alternatif Pembiayaan Lain

Kompas.com - 02/04/2020, 13:27 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Selain itu, pemerintah bisa saja menempuh jalur peningkatan target indikatif lelang yang sebelumnya bernilai Rp 15 triliun dengan target maksimal sebesar Rp 22,5 triliun.

"Minggu lalu lelang SBN targetnya Rp 15 triliun. Bid yang masuk lebih dari Rp 30 triliun. Yang dimenangkan Rp 20 triliun. Ini mencerminkan absorsi pasar masih memungkinkan untuk membiayai kebutuhan penerbitan SBN tadi," jelas Perry.

Namun bila pasar tak lagi mampu menyerap kebutuhan penerbitan SUN/SBSN, dan menyebabkan suku bunga menjadi terlalu tinggi atau tidak rasional, bank sentral siap membeli langsung di pasar perdana (primer).

Baca juga: Waktu Lelang SBN Diubah, Cek Jadwalnya di Sini

Intervensi BI ini dilakukan dalam keadaan khusus seperti wabah virus corona. Sebab dalam kondisi normal, bank sentral tidak bisa membiayai defisit fiskal karena mampu menaikkan jumlah uang beredar yang akhirnya berdampak pada inflasi.

"Komunikasi saya dengan investor itu memang kapasitas pasar masih bisa menyerap. Tapi dalam hal kapasitas pasar tidak bisa menyerap, bank sentral perlu membeli SBN itu. Detailnya seperti apa? Beri kami waktu, tentu saja pada saatnya pemerintah akan menyampaikan," pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X