Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjalanan Panasonic dan Hikayat Pohon Pisang di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 11/04/2020, 00:32 WIB

KOMPAS.com - Nyaris seluruh penduduk Indonesia pasti mengenal pohon pisang. Disebut pohon lantaran tumbuhan berbatang lunak (terna) ini memiliki kelengkapan fisik untuk memenuhi kategori pohon.

Ada daunnya yang berbentuk besar dan memanjang. Tumbuhan pisang, selain memiliki batang, juga memiliki kelengkapan akar, bunga, dan buah.

Pisang yang termasuk famili musaceae, tulis laman ilmubudidaya.com, tumbuh subur di daerah tropis seperti layaknya di Indonesia.

Asal mendapat banyak sinar matahari, pohon pisang bisa bertumbuh.

Catatan paling menarik dari pohon pisang adalah pohon ini hanya berbuah satu kali sepanjang hidupnya.

Tebanglah pohon pisang yang sama sekali belum berbuah, niscaya pohon itu akan tetap hidup.

Filosofi yang bisa dipetik adalah, sebelum menghasilkan buah, pohon pisang tidak akan mati meski ditebang berkali-kali. Siklus alamiah tersebut, hebatnya, akan berlangsung selama 10 tahun.

Setelah menghasilkan buah dan menciptakan tunas baru, biasanya di bagian bawah, pohon pisang akan mati saat ditebang.

Bakti untuk Indonesia

Hikayat tentang pisang sebagaimana cerita di atas, bukanlah hal kebetulan yang muncul di saat pandemi corona juga melanda Indonesia.

Kisah hebat tentang pohon pisang itu sudah tertanam dalam jiwa Thayeb Muhammad Gobel, salah seorang tokoh wirausaha Indonesia hingga kini.

Muhammad Gobel pada 60 tahun silam menjalin kemitraan dengan perusahaan elektronik asal Jepang, Panasonic.

"Tahun ini, kami merayakan 60 tahun kemitraan itu," kata putra Muhammad Gobel, Rachmat Gobel dalam pernyataan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Presiden Komisaris Grup Panasonic Gobel, Rachmat Gobel. Di bidang olahraga, Rachmat pernah menjabat Ketua Harian Indonesia SEA Games Organizing Committee (Inasoc) 2011.Kompas.com/Josephus Primus Presiden Komisaris Grup Panasonic Gobel, Rachmat Gobel. Di bidang olahraga, Rachmat pernah menjabat Ketua Harian Indonesia SEA Games Organizing Committee (Inasoc) 2011.
Rachmat Gobel, kelahiran Jakarta 3 September 1962, mengisahkan bahwa semasa ayahnya hidup, Muhammad Gobel berkomitmen ingin membangun industri sebagai jalan untuk berbakti memajukan Indonesia.

"Bapak kemudian memilih melakukan kerja sama, joint venture dengan Matshushita," kata Rachmat Gobel yang sekarang menjadi Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI).

Kerja sama dengan perusahaan asal Jepang pemilik merek Panasonic ini, imbuh dia, dipilih oleh ayahnya lantaran Matsushita sama-sama memiliki visi membangun industri dan melakukan investasi jangka panjang di Indonesia.

Tjawang

Langkah besar Muhammad Gobel diawali pada 1954. Saat itu, pria kelahiran 12 September 1930, Tapa, Bone Bolango, Gorontalo, memutuskan mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing di Cawang, Jakarta.

Perusahaan tersebut memproduksi radio transistor pertama di Indonesia dengan merek Tjawang.

Selanjutnya, pada 1960, untuk mengembangkan usaha industrinya, PT Transistor Radio Manufacturing dan Matsushita Electric Industrial Co. Ltd (Japan) menjalin kerja sama.

Sepuluh tahun kemudian, kedua perusahaan tersebut sepakat meningkatkan kerja samanya dengan membentuk joint venture, PT National Gobel.

Baca juga: Perjalanan Politik Pengusahan Rachmat Gobel dari Menteri hingga Pimpinan DPR

PT National Gobel bergerak di bidang antara lain perakitan dan pembuatan peralatan elektonik untuk rumah tangga.

Sejak itu, perusahaan-perusahaan di bawah naungan Panasonic Gobel terus berkembang, melalui berbagai pasang surut.

Produk sistem pemurni air (WPS) Panasonic. Diproduksi di Indonesia, WPS bakal menjadi solusi kebutuhan air bersih di Tanah Air.

Menurut Product Manager Life Solutions PT Panasonic Gobel Indonesia Rawenda, Kamis (6/2/2020) harga per unit WPS ada di kisaran di bawah Rp 10 juta.

Rawenda mengungkapkan, sebanyak 30 persen dari total produksi 10.000 unit pada 2020 sudah dibeli oleh Real Estate Indonesia (REI). 

Kompas.com/Josephus Primus Produk sistem pemurni air (WPS) Panasonic. Diproduksi di Indonesia, WPS bakal menjadi solusi kebutuhan air bersih di Tanah Air. Menurut Product Manager Life Solutions PT Panasonic Gobel Indonesia Rawenda, Kamis (6/2/2020) harga per unit WPS ada di kisaran di bawah Rp 10 juta. Rawenda mengungkapkan, sebanyak 30 persen dari total produksi 10.000 unit pada 2020 sudah dibeli oleh Real Estate Indonesia (REI).
Bendera perusahaan, dalam perkembangannya, juga berganti, dari PT National Gobel menjadi PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI).

"Namun, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yakni tekad membangun industri dan nilai tambah untuk perekonomian Indonesia," kata Rachmat Gobel.

Di Indonesia, di samping membangun pabrik, Panasonic Gobel juga membangun manusia Indonesia yang unggul agar bisa melakukan alih teknologi.

Baca juga: Indonesia Masih Pasar Besar di Asia Tenggara

Panasonic Gobel pun tetap menjaga hubungan baik dengan semua pemangku kepentingan seperti masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan media massa.

Sebagai salah satu langkah kongkrit, pada 1979 didirikanlah Yayasan Matsushita Gobel yang memiliki visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerah dan sejahtera.

Perjalanan perusahaan hingga kinilah yang menurut Rachmat merupakan bentuk nyata filosofi pisang.

Menurut dia, pendahulunya itu mengajarkan penerusnya terus berjuang dan pantang menyerah.

"Seperti pohon pisang yang tak mau mati sebelum berbuah dan selalu ingin menebar manfaat," ujar dia.

Sementara itu, imbuh Rachmat, pihak Matsushita mengajarkan filosofi air mengalir. Maksudnya, ia melanjutkan, perusahaan selalu memberi manfaat kepada masyarakat.

Hasil perpaduan filosofi kedua perusahaan itu, lahirlah visi misi Panasonic.

Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) Seigo SaifuPanasonic Gobel Indonesia Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) Seigo Saifu
Presiden Direktur PT PGI Seigo Saifu menambahkan, visi tersebut yakni membangun Indonesia dan Jepang serta berkontribusi kepada masyarakat.

Kedua filosofi itu kemudian dikemas dengan tagline "A Better Life, A Better World" yang dijadikan landasan Panasonic dalam berbisnis.

Menginjak usia yang ke-60, Panasonic Gobel telah mengembangkan lini produk untuk masyarakat antara lain pendingin udara (AC), pompa air, mesin cuci, kulkas, televisi, audio, kipas angin, dan berbagai produk solusi lainnya.

"Di tengah berbagai tantangan seperti adanya wabah Covid-19, Panasonic Gobel tetap akan melangkah ke masa depan dengan optimistis," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Impor Susu, Erick Thohir Ajak Kerja Sama Frisian Flag

Tekan Impor Susu, Erick Thohir Ajak Kerja Sama Frisian Flag

Whats New
Bocoran Luhut soal Subsidi Motor Listrik dan Diskon PPN Mobil Listrik

Bocoran Luhut soal Subsidi Motor Listrik dan Diskon PPN Mobil Listrik

Whats New
PR Kementerian ATR Selesaikan 20.000 Lebih Bidang Tanah Sengketa dan Konflik

PR Kementerian ATR Selesaikan 20.000 Lebih Bidang Tanah Sengketa dan Konflik

Whats New
Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Whats New
BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

Whats New
Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Whats New
Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Whats New
Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Whats New
Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Spend Smart
Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Whats New
Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Rilis
Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Whats New
Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Whats New
Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Whats New
Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+