Pemerintah Coret 10 Proyek Strategis Nasional, Kenapa?

Kompas.com - 16/04/2020, 13:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Dok. Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan untuk mencoret 10 proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Keputusan ini berdasarkan hasil rapat koodinasi para menteri pada Rabu (15/4/2020).

Sebanyak 10 proyek harus dihapus dari daftar proyek strategis nasional karena Pemerintah menganggap proyek itu tidak akan tuntas pembangunannya hingga 2024 mendatang.

Menko Perekonomian mengatakan, hingga 31 Desember 2019 sebanyak 88 persen PSN telah melewati tahap persiapan. Termasuk di dalamnya terkait program ketenagalistrikan 35.000 megawatt (MW) dan Program Kebijakan Pemerataan Ekonomi.

Baca juga: PT Timah Revisi Laporan Keuangan, Ada Apa?

"Sementara 12 persen masih dalam tahap penyiapan, termasuk di dalamnya adalah program industri pesawat," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis.

Saat ini, lanjut Airlangga, sudah ada 232 usulan proyek baru. 84 usulan proyek berasal dari 5 Kementerian, 123 usulan proyek berasal dari 13 Pemerintah Daerah, 17 usulan proyek berasal dari 4 BUMN/BUMND, dan 8 usulan proyek berasal dari swasta.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah berkoordinasi kepada Airlangga terkait proyek-proyek strategis yang akan tetap didanai APBN.

Baca juga: Bunga Kartu Kredit Turun, Ini Respons BCA dan Bank Mandiri

“Saya telah berdiskusi dengan Menko Ekonomi, kita mau coba melihat proyek mana saja yang bisa didanai oleh sektor swasta, jadi tidak hanya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," ujarnya.

Luhut berharap dengan adanya status PSN, proyek-proyek investasi swasta yang selama ini mengalami kendala dapat segera diselesaikan sehingga bisa menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa.

“Saya berharap kita bisa lebih cepat walaupun dalam situasi yang seperti ini," kata dia.

Baca juga: Ini Pemborong Global Bond Jumbo Indonesia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X