Pertama Kali Sejak 1976, Pertumbuhan Ekonomi China Minus 6,8 Persen

Kompas.com - 17/04/2020, 10:40 WIB
Seorang penumpang mengenakan pakaian pelindung diri melintas di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut. AFP/HECTOR RETAMALSeorang penumpang mengenakan pakaian pelindung diri melintas di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut.

Sementara untuk realisasi tingkat pengangguran, NBS mencatatkan sebesar 5,9 persen pada keseluruhan kuartal III 2020. Angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan 6,2 persen pada periode Januari-Februari 2020.

Namun, angka-angka ini tidak mewakili keseluruhan ekonomi karena mereka mengecualikan banyak pekerja migran yang kehilangan pekerjaan atau tidak dapat kembali bekerja karena pembatasan perjalanan diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Saat ini, setelah hampir empat bulan setelah virus pertama kali memaksa China untuk lockdown, perekonomian negara tersebut masih harus berjuang untuk membuka kembali perekonomiannya.

Baca juga: Pertama dalam 44 Tahun, Ekonomi China Diproyeksi Tak Tumbuh Tahun Ini

Trivium National Business Activity Index memperkirakan hanya 82,8 persen dari kapasitas ekonomi China yang saat ini masih berjala jika dibandingkan dengan periode sebelum persebaran virus terjadi.

Artinya hampir seperlima kegiatan ekonomi China masih ditutup.

Sebuah studi baru-baru ini oleh Liu Chenjie, kepala ekonom di fund manager Upright Asset, menyatakan pagebluk ini telah mendorong 205 juta pekerja ke 'pengangguran friksional', di mana mereka ingin bekerja tetapi tidak memiliki kesempatan atau tidak bisa kembali bekerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di dalam keterangan tertulis mereka dijelaskan, jumlah lowongan kerja turun 27 persen pada kuartal pertama.

Sementara itu, NBC mencatatkan pendapatan rata-rata turun selama kuartal pertama sebesar 3,9 persen, dengan penduduk pedesaan tercatat mengantongi pendapatan lebih kecil 4,7 persen dari tahun sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.