Resesi Pandemi Covid-19, Penasihat Trump: Ini Guncangan Terbesar Dibanding "Great Depression"

Kompas.com - 28/04/2020, 11:38 WIB
Lukisan karya Raphael Gleitsmann bertajuk Winter Evening dilukis pada 1932. Bercerita tentang Akron (sebuah kota di AS) dan sebagian besar kawasan di negara AS sedang mengalami krisis ekonomi. Namun sang pelukis menggambarkan kota tersebut dengan nuansa lebih ceria. TWITTER @AkronArtMuseumLukisan karya Raphael Gleitsmann bertajuk Winter Evening dilukis pada 1932. Bercerita tentang Akron (sebuah kota di AS) dan sebagian besar kawasan di negara AS sedang mengalami krisis ekonomi. Namun sang pelukis menggambarkan kota tersebut dengan nuansa lebih ceria.

NEW YORK, KOMPAS.com - Kevin Hasset, penasihat ekonomi Presiden AS Donald Trump, membandingkan resesi ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19) dengan resesi saat great depression (depresi besar) yang menimpa "Negeri Paman Sam" itu pada tahun 1930-an.

"Ini adalah guncangan terbesar yang pernah dialami ekonomi kita. Kita akan melihat tingkat pengangguran mendekati angka yang kita lihat selama great depression," katanya, dikutip dari CNN, Selasa (28/4/2020).

Selama great depression, AS telah kehilangan 8,7 juta pekerjaan secara keseluruhan. Sementara saat ini, menurut Hasset, AS kehilangan banyak pekerjaan tiap 10 hari.

Apa yang terjadi dalam enam minggu terakhir sudah melampaui yang terburuk saat depresi besar, ketika tingkat pengangguran mencapai 10 persen. Selain itu, juga telah mengecilkan resesi pada 1982 saat pengangguran mencapai 10,8 persen.

Baca juga: Dampak Covid-19, Angka Pengangguran AS Diprediksi Melonjak Dekati Jumlah Saat Great Depression

Hasset memperkirakan, tingkat pengangguran pada April 2020 bisa mencapai 16 persen atau bahkan lebih tinggi.

Dalam enam minggu terakhir pula, lebih dari 16 persen pasar tenaga kerja mengajukan tunjangan pengangguran. Dalam perhitungan kasar, tingkat pengangguran hampir 20 persen. Itu merupakan level yang tidak pernah lagi terlihat sejak awal 1930-an.

Lebih lanjut, Hasset mengungkapkan, depresi pada dasarnya adalah resesi yang sangat buruk. Pertumbuhan ekonomi AS kemungkinan akan mengungkapkan kontraksi pada kuartal I tahun ini.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 lebih mengerikan. Ekonomi AS diperkirakan akan menyusut pada tingkat tahunan 20 persen hingga 30 persen, sama dengan saat great depression.

Baca juga: Pagebluk Corona, Defisit Anggaran AS Diproyeksi Capai 3,7 Triliun Dollar AS

Berbeda

Sedikit bercerita sejarah, great depression sebenarnya terjadi dua waktu penurunan ekonomi. Biro Riset Ekonomi Nasional AS menemukan penurunan tajam dari tahun 1929 hingga 1933, ketika PDB turun 27 persen kemudian berlanjut dari 1937 hingga 1938.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X