Larangan Mudik, Jumlah Mobil Pribadi yang Diangkut ASDP Anjlok 44 Persen

Kompas.com - 14/05/2020, 13:36 WIB
Ilustrasi: Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (24/12/2019) dini hari. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRIlustrasi: Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (24/12/2019) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan adanya penurunan jumlah penumpang kapal penyeberangan di 7 pelabuhan utama, pada periode Maret-Mei 2020 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Hal tersebut terjadi diakibatkan adanya larangan mudik yang diterbitkan oleh pemerintah pada akhir April 2020.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, penurunan terjadi baik di jumlah penumpang, kendaraan roda empat pribadi, maupun kendaraan roda empat barang.

Baca juga: 2 Minggu Larangan Mudik, Lebih dari 30.000 Kendaraan Diminta Putar Balik

Penurunan paling dalam terjadi di angkutan penyeberangan roda empat pribadi. Pada periode Maret-12 Mei 2020 jumlahnya hanya mencapai 220.004 unit, turun 44 persen dari periode yang sama pada tahun 2019 yang mencapai 395.101 unit.

"Kalau Lebaran biasanya yang ramai roda empat pribadi, di periode yang sama di tahun 2019 itu yang lewat di 7 pelabuhan hampir 400.000, sementara tahun 2020 terlihat hanya 220.000 unit," tutur Ira dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2020).

Sementara itu, jika dilihat dari data penumpang, pada Maret-12 Mei 2020, ASDP mengangkut 4,4 juta orang, turun 39 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 7,3 juta orang.

Kemudian, meski pemerintah tidak membatasi operasional kendaraan logistik, penurunan juga terjadi di angkutan roda empat jenis barang.

Ira mencatat terjadi penurunan angkutan roda empat barang sebesar 8 persen, dari 853.130 unit menjadi 783.545 unit pada Maret-12 Mei 2020.

"Turunnya jauh lebih kecil dari seluruh kategori lain. Dugaan kami adalah karena ada produksi atau manufacturing yang turun," tutur Ira.

Baca juga: Akan Ada Aturan Turunan Larangan Mudik, Ini Kata Garuda Indonesia

Adapun total unit kendaraan yang diangkut ASDP pada periode Maret-12 Mei 2020 sebesar 1,3 juta unit, turun 27 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,8 juta unit.

Dengan adanya penurunan jumlah penumpang tersebut, Ira memastikan pihaknya akan melakukan efisiensi guna menjaga kesehatan arus keuangan perseroan.

"Efisiensi bermacam-macam. Terutama terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan dana operasi," ucap Ira.

Baca juga: Ini Petunjuk Operasional Moda Transportasi di Tengah Larangan Mudik



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
Harga Emas Akhirnya Turun Setelah 3 Hari Berturut-turut Naik

Harga Emas Akhirnya Turun Setelah 3 Hari Berturut-turut Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X