Huawei Sikapi Langkah AS yang Hadang Produk Perusahaan

Kompas.com - 18/05/2020, 21:00 WIB
Booth Huawei di MWC 2019. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoBooth Huawei di MWC 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan AS memperpanjang larangan pengiriman produk Huawei yang resmi diumumkan pada 16 Mei 2020 yang lalu.

Menanggapi hal itu, Rotating Chairman Huawei Guo PING mengatakan hal itu akan berdampak pada meruginya industri teknologi global dan tentunya bisnis yang dijalankan Huawei.

"Bisnis kami pasti akan terpengaruh. Kami pasti akan mencoba semua yang kami bisa untuk mencari solusi," ujarnya dalam Huawei’s Annual Analyst Summit yang diselenggarakan secara virtual, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Kuartal I 2020, Huawei Raup Pendapatan Rp 400 Triliun

Selain itu Huawei juga mengatakan ketidaksetujuannya akan amandemen yang telah dibuat oleh Departemen Perdagangan AS. Ia berpendapat keputusan ini jelas sewenang-wenangnya sangat merugikan serta berpotensi membuat kekacauan bagi semua industri secara global.

Aturan baru ini juga akan berdampak pada ekspansi, pemeliharaan serta membuat kekacauan bagi industri secara global.

"Dalam jangka panjang, manuver mereka justru akan merusak kepercayaan dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin erat di industri semikonduktor global di mana banyak industri lain bergantung terhadapnya. Alih-alih, ini justru akan membuat konflik dan membawa kerugian yang semakin menjadi bagi industri," lanjut dia.

AS telah memanfaatkan kekuatan teknologi mereka untuk menghancurkan perusahaan dari luar negara mereka. Tak disangka, hal ini justru malah akan merusak kepercayaan perusahaan-perusahaan internasional terhadap teknologi dan rantai suplai dari pihak AS.

 

Baca juga: Huawei Ungkap Strategi Bisnis Komputasi, Termasuk Ekosistem Terbuka

"Intinya, tindakan mereka justru akan merugikan AS sendiri," sambungnya.

Atas terbitnya aturan ini, pihak Huawei akan mengambil berbagai langkah komprehensif.

"Kami akan terus mencari solusi-solusi atas permasalahan ini. Kami berharap bahwa pelanggan dan penyuplai kami akan terus berdiri bersama kami sebagai upaya dan kami mampu untuk meminimalisasi dampak adanya aturan diskriminatif ini," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X