Dana Haji Dipakai untuk Stabilitas Rupiah, Ini Kata Gubernur BI

Kompas.com - 05/06/2020, 18:40 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo turut buka suara soal persepsi penggunaan dana haji 2020 untuk penguatan nilai tukar rupiah.

Perry mengungkap, pertukaran dana haji dari rupiah ke valuta asing (valas) maupun sebaliknya wajar jika dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Itu keputusan mutlak internal BPKH yang bertujuan untuk melindungi nilai mata uang.

"Kepala BPKH sudah mengeluarkan penjelasan bahwa pemberitaan itu tidak benar. Tentu saja logikanya kalau BPKH itu ada dana rupiah, sementara kebutuhannya ada rupiah dan valas, ya wajar sebagian dari dana haji itu ada yang ditempatkan di valas," kata Perry dalam konferensi video, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: BPKH: Pengelolaan Dana Haji dalam Valas untuk Kebutuhan Jemaah

Perry pun mengaku, dia kerap berkomunikasi dengan BPKH sebagai pelaku pasar agar penempatan dana menjadi lebih produktif. Komunikasi itu memang kerap dilakukan BI seperti halnya komunikasi dengan perbankan, eksportir, dan importir.

"Memang berkomunikasi seperti itu (antar pelaku pasar). Misalnya dari segi timingnya kapan, jumlahnya berapa, itu ada komunikasi. Tapi kalau berkaitan dengan stabilitas nilai tukar, itu wewenang BI," pungkas Perry.

Sebelumnya, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu menegaskan, pengelolaan dana haji dalam bentuk valas tidak ditujukan untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia bilang, pengelolaan di BPKH itu hanya ditujukan untuk kebutuhan dan keperluan para jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci.

Baca juga: BPKH: Tidak Ada Satu Rupiah Dana Haji untuk Infrastruktur

Adapun pengelolaan nilai tukar rupiah sangat diperlukan untuk melindungi nilai uang. Berdasarkan ketentuan, pengeluaran dana untuk kebutuhan haji harus 80 persen berbentuk valas dan 20 persen berbentuk rupiah.

"Kalau mengolah, ya pasti mengolah valas. Karena portofolio dana BPKH itu 80 persen valas untuk pengeluaran dana haji. Uang kita dari rupiah keluar dalam bentuk riyal (mata uang Saudi). Kalau enggak punya cadangan lindung nilai, ya rugi terus," papar Anggito.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.