Percepat UMKM Go-Digital, Ini yang Dilakukan Kemenkop UKM

Kompas.com - 06/06/2020, 19:06 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020). DOKUMENTASI Humas Kemenkop UKM Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Koperasi dan UKM mempercepat UMKM menerapkan praktik bisnis secara digital di tengah wabah Covid-19.

Hal ini dilakukan berdasarkan data yang menunjukkan bahwa dalam masa pandemi Covid-19, pelaku UMKM menghadapi kendala pemasaran yaitu penurunan permintaan secara drastis. Hal ini dirasakan oleh pelaku yang bergerak di sektor makanan dan minuman, serta industri kreatif.

“Digitalisasi KUMKM adalah kunci pemulihan ekonomi, sebab baru 13 persen UMKM yang sudah terkoneksi dengan digital. Karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM akan mempercepat UMKM go digital,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: Investree: Pinjaman untuk UKM Sektor Kesehatan Meningkat

Adapun kebijakan yang dilakukan untuk mempercepat UMKM go digital, disebutkan Teten, antara lain dengan refocusing terhadap program pelatihan di Kemenkop UKM yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan KUMKM terkait digitalisasi. Salah satunya adalah melalui laman www.edukukm.id dan seri podcast.

Selain itu, dilakukan juga program pendampingan kakak asuh KUMKM di Smesco untuk akselerasi on boarding pelaku KUMKM dari offline ke online.

“Program lain yang langsung menyentuh usaha rakyat adalah pendampingan warung sembako offline ke online,” katanya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kemampuan aspek hukum pelaku UMKM, Kemenkop UKM juga memberikan layanan konsultasi, salah satunya adalah program bantuan konsultasi hukum via chat dengan pengacara yang dapat diakses di portal www.JDIH.Kemenkopukm.go.id.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pelaku UKM Bisa Daftarkan Diri untuk Promosi Digital

“Pemerintah sudah coba mendorong atau melakukan pendekatan-pendekatan kepada e-commerce atau marketplace untuk membuat laman khusus KUMKM. Sehingga semua produk UMKM bisa masuk di laman tersebut dan bisa perlahan-lahan mulai mensubstisusi produk-produk impor yang selama ini mendominasi laman di marketplace,” jelasnya.

Di samping itu, pemerintah juga memberi perlakuan khusus bagi KUMKM dalam pengadaan barang dan jasa. Dalam waktu dekat, akan dibuka laman KUMKM di e-katalog LKPP sehingga bisa mendorong kementerian, lembaga, pemda, serta BUMN untuk belanja barang dan jasanya dengan memprioritaskan produk KUMKM.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X