Terdampak Corona, Singapore Airlines Dapat Dana Segar Rp 101,2 Triliun

Kompas.com - 10/06/2020, 19:19 WIB
Pesawat tipe Airbus A380 pada maskapai penerbangan Singapore Airlines, (8/10/2013). SHUTTERSTOCK/RYAN FLETCHERPesawat tipe Airbus A380 pada maskapai penerbangan Singapore Airlines, (8/10/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) menyatakan telah meningkatkan likuiditas sebesar 10 miliar dollar Singapura atau setara sekira Rp 101,2 triliun (kurs Rp 10.124 per dollar Singapura).

Dana segar ini diperoleh lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) baru-baru ini, serta gabungan fasilitas pinjaman dengan dan tanpa jaminan.

"Ini menempatkan SIA pada pijakan yang solid karena menangani tantangan yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19 global," kata CEO Singapore Airlines Goh Choon Phong dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Singapore Airlines Laporkan Rugi Bersih Pertama dalam 48 Tahun

Goh menjelaskan, SIA mendapatkan dana sebesar 8,8 miliar dollar Singapura melalui HMETD yang diselesaikan pada 5 Juni 2020 lalu.

Kemudian, ada dana tambahan 900 juta dollar Singapura yang diperoleh melalui pinjaman jangka panjang yang didapatkan dari beberapa pesawat Airbus A350-900 dan Boeing 787-10 milik maskapai itu.

Selain itu, SIA juga telah mengatur jalur komitmen kredit baru dan pinjaman jangka pendek tanpa jaminan dengan beberapa bank, yang menyediakan likuiditas dana segar berikutnya senilai lebih dari 500 juta dollar Singapura.

Menurut Goh, semua jalur pinjaman yang tersedia pada tahun 2020 telah diperbarui hingga 2021 atau setelahnya, sehingga akses likuiditas hingga lebih dari 1,7 miliar dollar Singapura dipastikan akan tetap tersedia.

Baca juga: Singapore Airlines Jadi Pengguna Pertama Boeing 787-10 Dreamliner

Selama periode ketidakpastian yang tinggi ini, imbuh dia, pihaknya akan terus mengeksplorasi cara-cara tambahan untuk menopang likuiditas yang diperlukan.

Sampai dengan Juli 2021, SIA juga memiliki opsi untuk menaikkan hingga 6,2 miliar dollar Singapura tambahan obligasi wajib konversi, yang akan menyediakan likuiditas tambahan jika diperlukan.

"Kami berterima kasih atas dukungan kuat dari pemegang saham kami atas HMETD yang sukses, yang telah mengamankan masa depan perusahaan di tengah krisis kesehatan dan ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya," jelas Goh.

"Kami juga berterima kasih kepada bank-bank yang telah bekerjasama atas dukungan mereka dalam memberikan pinjaman tambahan dengan dan tanpa jaminan, serta kepastian jalur kredit," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X