Akibat Pandemi Covid-19, BKPM Koreksi Target Realisasi Investasi 2020

Kompas.com - 12/06/2020, 19:30 WIB
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penamaman Modal ( BKPM) memangkas target realisasi investasi tahun 2020 akan terpengaruh oleh kemunculan wabah Covid-19.

Sebelumnya BKPM memproyeksikan investasi tahun 2020 mencapai Rp 886 triliun. Kemunculan Covid-19 yang membuat BKPM memangkas target pertumbuhan investasi menjadi Rp 855,6 triliun jika Covid-19 selesai pada Mei 2020.

Faktanya, Mei 2020 pandemi belum usai dan terpaksa BKPM kembali memangkas proyeksi investasi menjadi Rp 817,2 triliun dengan asumsi Covid-19 usai di bulan Juli 2020.

Baca juga: BKPM Ajak Pemprov Dorong Investasi di Tengah Pandemi Covid-19

Namun, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia belum bisa memastikan berapa proyeksi pertumbuhan investasi tahun 2020 jika pandemi Covid-19 tidak kunjung usai pada bulan Juli 2020.

“Saya mengatakan target Rp 850 triliun itu udah enggak mungkin, sebab itu target di Mei , sekarang sudah masuk Juni, dan bentar lagi Juli. Pasti akan dilakukan revisi,” kata Bahlil dalam video conference, Jumat(12/6/2020).

Bahlil menegaskan, pemangkasan proyeksi realisasi tersebut akan diumumkan setelah BKPM melakukan evaluasi dan perkembangan Covid-19. BKPM juga akan melakukan koordinasi dengan satgas Covid-19 untuk mempercepat investasi dalam negeri.

“Revisinya akan kami sampaikan menunggu realisasi hasil kuaral kedua, itu momentum tepat kita melakukan evaluasi dan sekaligus melihat perkembangan kapan Covid-19 ini berakhir. Kami kordinasi terus dengan satgas Covid-19,” jelas dia.

Di sisi lain, realisasi investasi dari proyeksi awal sebesar Rp 886,1 triliun, hingga triwulan pertama sudah tercatat investasi masuk sebesar Rp 210,7 triliun. Nilai ini mencakup PMDN sebesar Rp 112,7 triliun atau 53,5 persen.

Baca juga: BKPM Akan Revisi Target Investasi RI Akibat Pandemi Covid-19

 

Selain itu, komposisi PMA sebesar Rp 98 triliun atau dengan komposisi 46,5 triliun. Sepanjang triwulan pertama, investasi tersebut berhasil menyerap 303.085 TKI.

Adapun beberapa hal yang dilakukan BKPM untuk mendukung iklim investasi di Indonesia antara lain dengan memfasilitasi perusahaan existing yang sudah beroperasi dan belum tereksekusi.

Kemudian, BKPM terus berupaya mendatangkan investor baru dan memberikan insentif bagi perusahaan existing yang melakukan ekspansi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X