Kompas.com - 19/06/2020, 06:14 WIB
Tangki dan pipa minyak Aramco di kilang minyak Ras Tanura dan terminal minyak di Arab Saudi pada 21 Mei 2018. (REUTERS/Ahmed Jadallah) Ahmed JadallahTangki dan pipa minyak Aramco di kilang minyak Ras Tanura dan terminal minyak di Arab Saudi pada 21 Mei 2018. (REUTERS/Ahmed Jadallah)

DUBAI, KOMPAS.com - Perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi, yakni Saudi Aramco, dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pegawai pada bulan ini.

Hal ini diungkapkan oleh seorang sumber. Namun, tidak jelas jumlah rinci pegawai yang terdampak PHK.

Dilansir dari Reuters, Jumat (19/6/2020), sejumlah perusahaan energi global memutuskan untuk memangkas jumlah pegawai mereka akibat krisis pandemi virus corona.

Baca juga: Stok di AS Melimpah, Harga Minyak Kembali Melemah

Sama halnya dengan perusahaan-perusahaan minyak besar lainnya, Aramco pun telah memangkas belanja modal untuk tahun 2020, setelah virus corona membuat permintaan minyak anjlok. Harga minyak dunia pun terpuruk.

Perusahaan-perusahaan minyak papan atas dunia pun terpaksa memangkas 10 hingga 15 persen dari jumlah pegawai mereka sebagai bagian dari rencana restrukturisasi.

Sumber menyebut, sebagian besar pegawai yang terdampak PHK adalah pegawai asing. Adapun sumber lainnya membisikkan, sebanyak 500 pegawai terdampak PHK.

Aramco sendiri memiliki lebih dari 70.000 orang pegawai.

Baca juga: Realisasi Lifting Minyak 2020 Diprediksi Meleset dari Target

"Aramco sedang beradaptasi terhadap lingkungan bisnis yang sangat kompleks dan berubah dengan cepat karena pandemi Covid-19. Kami terus meninjau dan mengkaji ulang biaya operasional kami jika dibutuhkan untuk terus mendorong keunggulan operasional dan profitabilitas," ungkap Aramco dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak memberikan informasi terkait detail langkah apapun saat ini. Akan tetapi, semua langkah yang kami ambil dirancang untuk lebih memberikan kekuatan dan daya saing dengan fokus pada pertumbuhan jangka panjang."

Kabar ini pertama kali diwartakan oleh Bloomberg.

Qatar Petroleum, salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, juga melakukan PHK terhadap pegawai asing dan memangkas belanja agar tetap bertahan di tengah anjloknya permintaan migas.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X