Pemerintah Proyeksi Ekonomi RI Negatif 3,8 Persen di Kuartal II 2020

Kompas.com - 19/06/2020, 12:03 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan keterangan kepada media melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan keterangan kepada media melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan revisi ke bawah atas proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020.

Bendahara Negara itu mengatakan, ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun ini akan mengalami kontraksi alias menurun menjadi negatif 3,8 persen.

“Namun kuartal II kita alami tekanan, kemungkinan dalam kondisi negatif, BKF (Badan Kebijakan Fiskal) bilang negatif 3,8 persen,” ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: WFH Bikin Sri Mulyani Kerja 24 Jam Sehari, 7 Hari dalam Seminggu...

Proyeksi tersebut melebar dari yang disampaikan Sri Mulyani pada Selasa (16/6/2020) ketika memaparkan realisasi APBN hingga Mei 2020. Saat itu, dia memproyeksi ekonomi Indonesia minus 3,1 persen di kuartal II yaitu pada April-Juni 2020.

Adapun realisasi kinerja perekonomian hingga akhir tahun akan sangat bergantung pada kinerja perekonomian semester II.

Artinya, pemulihan ekonomi di kuartal III dan IV akan juga menentukan perekonomian di tahun mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadi kondisi apakah semester dua atau kuartal III dan kuartal IV, apakah kita sudah bisa pulih, sudah tertuang dalam postur APBN yang baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga sempat memproyeksi konsumsi rumah tangga akan sebesar 0 persen di kuartal II 2020. Angka ini jauh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 2,84 persen (yoy) maupun periode yang sama 2019 sebesar 5,02 persen (yoy).

Baca juga: Menurut Sri Mulyani, Ini Cara Agar RI Lolos dari Middle Income Trap

Hal tersebut juga bisa dilihat dari laju inflasi yang rendah. Pada Mei 2020 atau saat Idul Fitri, laju inflasi hanya 0,07 persen (mtm). Inflasi Lebaran tahun ini merupakan yang terendah sejak 1978.

“Kami perkirakan kuartal II konsumsi rumah tangga yang tadinya masih bisa tumbuh 3 persen akan alami pelemahan lebih lanjut di 0 persen,” kata Sri Mulyani.

Dia pun memaparkan, kinerja perekonomian hingga akhir tahun diproyeksi akan tumbuh di kisaran minus 0,4 persen hingga 1 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dari proyeksi perekonomian skenario berat yang sebelumnya sempat dia sebutkan, di mana perekonomian masih bisa tumbuh 2,3 persen hingga akhir tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.