Menkop Janji Tambah Jumlah UMKM Penerima Bansos

Kompas.com - 27/06/2020, 16:10 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020). DOKUMENTASI Humas Kemenkop UKM Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai sebagai sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Banyak pelaku UMKM diproyeksi tidak akan mampu bertahan akibat pandemi.

"Ada 40 survei dampak Covid-19 terhadap UMKM di seluruh dunia memang memperkirakan 50 persen UMKM akan gulung tikar," ujar Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam acara diskusi virtual, Sabtu (27/6/2020).

Padahal, Teten menilai UMKM mampu menjadi sektor penyelamat perekonomian, seperti yang terjadi pada krisis ekonomi tahun 1998.

Baca juga: Imbauan APRDI Setelah 13 MI Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya

"Ketika krisis finansial UMKM saat itu tampil sebagai pahlawan ekonomi nasional, dan mencatat ekspornya naik 350 persen," tuturnya.

Namun, berbeda dengan krisis ekonomi 1998, pandemi Covid-19 membuat ruang gerak masyarakat menjadi terbatas. Sehingga, UMKM yang pendapatannya masih bersifat harian, keberadaannya semakin terancam.

Oleh karenanya, Teten menyebutkan pentingnya peranan pemerintah dalam menjaga keberadaan UMKM. Salah satunya melalui pemberian bantuan sosial (bansos).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Saham Facebook Rontok 8 Persen, Ini Penyebabnya

Ia memastikan, pelaku usaha di level mikro dan ultra mikro akan menerima bansos.

"Akan kami tambahkan jumlah UMKM untuk masuk program bansos. Dana desa juga jadi BLT Dana Desa. Kami juga coba bantu masalah keuangan UMKM," katanya.

Selain itu, Teten juga mendorong restrukturisasi kredit untuk pelaku UMKM. Melalui program tersebut, ia berharap dapat meringankan beban yang dibayarkan pelaku UMKM.

"Pajak juga mereka bebas. Jumlah UMKM yang dapat manfaat restrukturisasi 60,66 juta UMKM yang terhubung ke lembaga pembiayaan formal," ucapnya.

Baca juga: Coca-Cola Hentikan Sementara Iklan di Seluruh Platform Media Sosial



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Rilis
Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Whats New
Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Whats New
Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Whats New
Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Spend Smart
Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Whats New
Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Rilis
Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X