Mentan Pastikan Pasokan 11 Bahan Pokok Ini Aman hingga Akhir Tahun

Kompas.com - 02/07/2020, 19:33 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo, saat menggelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila secara virtual, Senin (1/6/2020). DOK. Humas Kementerian PertanianMentan Syahrul Yasin Limpo, saat menggelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila secara virtual, Senin (1/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan pasokan 11 komoditas pangan utama akan terjamin hingga akhir tahun 2020.

Ini sekaligus menjamin ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan, kesebelas komoditas tersebut yakni beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.

Baca juga: Pandemi Corona, Pembelian Bahan Pokok dan Alkes Meningkat di e-Commerce

“Perkiraan kami ketersediaan kebutuhan dasar ini insya Allah sampai Desember nanti tetap aman dan dalam kendali,” katanya dalam webinar Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju, Kamis (2/7/2020).

Secara rinci, selisih antara perkiraan pasokan dan kebutuhan akan mengalami surplus, pada beras sebanyak 6,1 juta ton, jagung 1,4 juta ton, bawang merah 30.500 ton, bawang putih 265.200 ton, dan cabai besar 31.700 ton.

Kemudian cabai rawit diperkirakan surplus 80.200 ton, daging sapi/kerbau 395.300 ton, daging ayam ras 894.600 ton, telur ayam ras 250.300 ton, gula pasir 1,2 juta ton, dan minyak goreng 7,2 juta ton.

Syahrul menyatakan, pihaknya telah menyiapkan agenda jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menghadapi pandemi Covid-19. Tujuannya untuk meningkatkan ketahanan pangan sehingga bisa memproduksi sebagian besar kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: Pemerintah Akan Bentuk Lembaga Cadangan Strategis Pangan, Dikelola Militer

Meski demikian, ia menekankan masih terdapat tiga komoditas pangan utama yang masih membutuhkan impor, karena hingga saat ini masih sulit untuk seluruhnya dipasok dari dalam negeri. Ketiganya yakni daging sapi/kerbau, gula, dan bawang putih.

“Itu memang menjadi tantangan tersendiri untuk bisa ditingkatkan kedepan,” kata Syahrul.

Adapun dalam agenda jangka pendek menghadapi Covid-19, Kementerian Pertanian melakukan stabilisasi harga pangan. Kemudian membangun buffer stock pangan utama di daerah.

Serta melakukan karya pertanian, fasilitas pembiayaan petani melalui KUR dan asuransi pertanian, serta memperluas akses pasar melalui pengembangan toko tani dan usaha kemitraan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X