Kompas.com - 09/07/2020, 07:40 WIB
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan memberikan sambutan dan paparan pada Workshop Peranan Informasi Teknologi dalam pengelolaan , pelaporan dan pengawasan koperasi untuk mendukung pengembangan JUK. Di  Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung (KPKB) Bandung, Jumat (14/2/2020). KOMPAS.com/RENI SUSANTISekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan memberikan sambutan dan paparan pada Workshop Peranan Informasi Teknologi dalam pengelolaan , pelaporan dan pengawasan koperasi untuk mendukung pengembangan JUK. Di Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung (KPKB) Bandung, Jumat (14/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan kondisi yang sangat berat bagi seluruh pelaku usaha.

Ini termasuk koperasi. Untuk itu, dia mengajak para pelaku koperasi, khususnya yang bergerak di sektor riil, untuk melihat celah atau peluang lain yang bisa dimanfaatkan.

"Ada celah dan peluang yang bisa dimanfaatkan. Saat ini, impor produk luar sangat jauh menurun. Kekosongan-kekosongan itu seharusnya bisa menjadi peluang untuk kita, untuk mengisinya dengan produk-produk UMKM kita," ujar Rully dalam siaran pers, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Koperasi

Rully menuturkan, atas kondisi tersebut pemerintah pun tidak hanya tinggal diam. Misalnya saja seperti di Kementerian Koperasi, saat ini pihaknya tengah memperkuat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM untuk mendukung kinerja koperasi di tengah Covid-19.

"Kita mendapat dana dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 1 triliun, yang dikelola LPDB khusus untuk memperkuat koperasi dan para UKM yang menjadi anggota koperasi," jelasnya.

Sementara itu, Dirut LPDB KUMKM Supomo menegaskan bahwa pihaknya siap mendampingi pelaku koperasi untuk menentukan skema pembiayaan yang pas dalam kondisi seperti sekarang ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun hal ini dilakukan, kata dia, karena setiap koperasi pasti memiliki masalah yang tentu berbeda-beda dan harus dibantu.

"Kita harus jemput bola. Semua masalah pasti bisa kita diskusikan dan pasti ada jalan keluar," katanya.

Baca juga: Pantau Penyerapan Dana PEN unutk Koperasi dan UMKM, Teten Buka Hotline

Ia juga menjelaskan apabila ada koperasi yang ahli dalam membuat produk, harus juga ahli dalam memasarkan produknya.

"Oleh karena itu, saat seperti ini, harus ada pemikiran baru untuk memproduksi sesuatu yang baru, yang dibutuhkan oleh pasar," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.