Dapat Dana Talangan Rp 3 Triliun, Ini yang Akan Dilakukan Krakatau Steel

Kompas.com - 08/07/2020, 21:42 WIB
Direktur Perusahaan Krakatau Steel Silmy Karim saat diwawancarai awak media di Jakarta, Jumat (13/12/2019). KOMPAS.com/ELSA CATRIANADirektur Perusahaan Krakatau Steel Silmy Karim saat diwawancarai awak media di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akan mendapat dana talangan dari pemerintah sebesar Rp 3 triliun. Dana tersebut alan digunakan untuk memberikan relaksasi pembayaran kepada para konsumennya.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, konsumennya saat ini tengah kesulitan karena pandemi Covid-19. Karena industri hilir baja tengah mengalami kesulitan, otomatis hal tersebut akan berdampak ke perseroannya.

“Kemudian kita khawatirkan ketika industri hilir mati, kita lihat ada banyak UMKM juga, nanti hulunya mati. Kalau hiilir tidak mengolah, kita sebagai (penyedia) bahan baku hilir juga akan kehilangan order,” ujar Silmy saat rapat bersama dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: 8 Tahun Merugi, Krakatau Steel Akhirnya Cetak Laba Rp 1,07 Triliun

Silmy menjelaskan, di kuartal II 2020 ini terjadi penurunan penjualan hingga 60 persen. Hal tersebut terjadi karena pandemi Covid-19.

“Sehingga hal ini menjadi kekhawatiran akan kelangsungan industri hilir dan pengguna baja di Indonesia. Kita pertahankan supaya mereka tidak mati,” kata Silmy.

Dia menerangkan, untuk membuat industri hilir bisa kembali bergairah salah satunya dengan cara memberikan relaksasi. Sehingga, para konsumennya dapat memesan bahan baku dengan mudah ke Krakatau Steel.

“Untuk memesan barang kepada Krakatau Steel harus persiapkan sejumlah bank garansi atau LC, karena memang proses yang dilakukan untuk memesan barang ke Krakatau Steel harus seperti itu,” ucap dia.

Atas dasar itu, Silmy mengusulkan agar dana talangan yang akan diberikan pemerintah di tempatkan pada giro akun special purpose vehicle (SPV). Nantinya, para konsumen bisa menggunakan dana tersebut untuk membeli bahan baku ke perseroannya.

“Kalau sekarang mereka pesan tanpa LC, kita sendiri tidak bisa mendapat bahan baku. Sehingga kita butuhkan adalah dana untuk memperoleh bahan baku untuk memberikan supply kepada pelanggan kita yang utamanya industri hilir dan pengguna baja,” ujarnya.

Baca juga: Dirut Krakatau Steel Lepas Seluruh Saham KRAS Miliknya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X