Dampak Pandemi, Giliran Peritel Asal Jepang Muji yang Ajukan Pailit

Kompas.com - 13/07/2020, 10:07 WIB
Ilustrasi bangkrut. SHUTTERSTOCK/INJParinIlustrasi bangkrut.

NEW YORK, KOMPAS.com - Muji, peritel perlengkapan rumah tangga asal Jepang, mengajukan pailit di Amerika Serikat. Langkah ini tak lepas dari imbas pelemahan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Muji mengajukan perlindungan kepailitan atau kebangkrutan Chapter 11 pada Kamis (9/7/2020) ke pemerintah AS. Perusahaan berencana untuk menggunakan proses ini sambil memindahkan fokus ke penjualan secara online.

"Muji telah merasakan efek yang menghancurkan dari pandemi Covid-19 di toko ritel, dan sebagai hasilnya akan mengambil kesempatan ini untuk memfokuskan kembali usaha kami di Amerika Serikat pada pasar regional dan e-commerce," ungkap CEO Muji Satoshi Okazaki dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNN, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Pizza Hut di AS Dinyatakan Pailit, Bagaimana di Indonesia ?

Kebijakan Muji tersebut akan berdampak pada penutupan sejumlah toko fisik, meskipun mereka juga tetap melakukaan pembukaan toko baru secara online.

Sebagai informasi, ketika perusahaan mengajukan kebangkrutan, bukan berarti akan gulung tikar. Pengajuan perlindungan kebangkrutan banyak digunakan untuk mengurangi utang, menutup operasi yang tidak menguntungkan, dan fokus pada strategi yang menguntungkan.

Pengajuan Chapter 11 Muji terdaftar dengan aset dan liabilitas dalam kisaran 50 juta dollar AS hingga 110 juta dollar AS. Perusahaan diperkirakan berutang pada sekitar 200-999 kreditor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Muji menyebut, pengajukan kebangkrutan ini dilakukan agar perputaran uang bisa berdampak pada kepastian kesehatan dan pertumbuhan perusahaan, serta kesinambungan bisnis perusahaan di masa depan.

"Muji berkomitmen untuk tetap melayani pelanggannya dan menyediakan produk dan pengalaman berkualitas tinggi di masa depan," ungkap pernyataan resmi Muji.

Muji Amerika Serikat yang berada di bawah Ryohin Keikaku, menambah daftar deretan peritel raksasa yang mengajukan kebangkrutan akibat pandemi Covid-19. Sebelumnya ada J.Crew, JCPenney, dan Brooks Brothers yang lebih dulu mengajukan kebangkrutan.

Baca juga: Taksi Express Terancam Pailit? Ini Penjelasan Dirut TAXI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Rilis
Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Whats New
Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Whats New
BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Whats New
Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Work Smart
Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

Whats New
Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Whats New
Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Whats New
Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Whats New
Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.