Kompas.com - 21/07/2020, 16:56 WIB
Ilustrasi rupiah dan dollar AS THINKSTOCKSIlustrasi rupiah dan dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.comNilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot kembali menguat.

Mengutip data Bloomberg Selasa (21/7/2020) rupiah ditutup pada level Rp 14.741 per dollar AS atau menguat 44 poin sebesar 0,3 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.785 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah sore ini terdorong oleh optimisme pasar terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik. Hal ini dibuktikan dengan indeks manufaktur yang menunjukkan hasil diluar ekspektasi analis.

“Manufaktur Indonesia bulan Juni lebih baik dibandingkan ekspektasi para analis dan ini cukup menggembirakan bagi pasar apalagi di saat kondisi ekonomi global yang terus mengalami kontraksi,” ungkap Ibrahim.

Baca juga: Menguat, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Kondisi ini tentunya menimbulkan harapan, ekonomi Indonesia akan segera pulih. Sebagai informasi, angka PMI Indonesia pada akhir semester I tahun 2020 berada pada level 39,1.

Indeks PMI ini menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, sehingga jika berada di bawah 50, berarti industribelum melakukan ekspansi.

“Angka PMI manufaktur Indonesia pada Juni memunculkan sebuah harapan, walaupun belum bisa dibilang berekspansi, namun angka ini sudah jauh lebih baik dan bisa menjadi titik kebangkitan perekonomian nasional,” jelas dia.

Sementara itu, sentimen positif juga datang dari perkembangan vaksin Covid-19 semakin menambah gairah pasar, kala pemerintah Indonesia berkomitmen bekerjasama dengan China untuk mengembangkan obat Covid-19.

Secara bersamaan Bank Indonesia terlihat sedikit lebih tenang usai rilis data global yang menunjukkan hasil positif. Hal ini tentunya bisa menstabilkan rupiah diproyeksikan akhir bulan ini bakal menyentuh angaka psikologis Rp 15.000 per dollar AS, namun angka tersebut sesuai dengan Fundamental ekonomi saat ini.

Untuk menstabilkan rupiah, koordinasi pemerintah mencakup menteri Keuangan, OJK dan LPS cukup penting untuk menentukan bauran kebijakan demi menjaga kedaulatan ekonomi dengan cara penurunan suku bunga, kebijakan stimulus, serta menjaga inflasi agar tetap rendah dan terkendali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Subsidi Listrik 450 VA Dicabut, Negara Hemat Rp 22 Triliun

Subsidi Listrik 450 VA Dicabut, Negara Hemat Rp 22 Triliun

Whats New
Simak Cara Membuat NPWP Online, Mudah dan Cepat

Simak Cara Membuat NPWP Online, Mudah dan Cepat

Work Smart
[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On Bukan Berarti Melupakan | Kriteria Pasangan Hidup, Good Looking atau Good Attitude?

[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On Bukan Berarti Melupakan | Kriteria Pasangan Hidup, Good Looking atau Good Attitude?

Rilis
 Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Whats New
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kapal di Gresik

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kapal di Gresik

Whats New
Dukung Puasa Tetap Aman dan Nyaman, ShopeePay Hadirkan 'Super Online Deals'

Dukung Puasa Tetap Aman dan Nyaman, ShopeePay Hadirkan "Super Online Deals"

Whats New
Erick Thohir Hingga Sri Mulyani Digugat di PN Jakpus, Ini Perkaranya

Erick Thohir Hingga Sri Mulyani Digugat di PN Jakpus, Ini Perkaranya

Whats New
Menko Airlangga: Praktik Korupsi Terbukti Menghambat Laju Investasi

Menko Airlangga: Praktik Korupsi Terbukti Menghambat Laju Investasi

Rilis
Mudik Lebaran Dilarang, KAI Masih Jual Tiket Kereta Hingga 30 April

Mudik Lebaran Dilarang, KAI Masih Jual Tiket Kereta Hingga 30 April

Whats New
Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Smartpreneur
BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Untuk Kelola Dana Layanan Haji

BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Untuk Kelola Dana Layanan Haji

Rilis
LMKN: Tarif Royalti Musik dan Lagu di Indonesia Sudah Sangat Rendah

LMKN: Tarif Royalti Musik dan Lagu di Indonesia Sudah Sangat Rendah

Whats New
Luhut Minta KPK Pelototi Setiap Mega Proyek Pemerintah

Luhut Minta KPK Pelototi Setiap Mega Proyek Pemerintah

Whats New
Selama Ramadhan, KAI Izinkan Penumpang Sahur dan Buka Puasa di Kereta

Selama Ramadhan, KAI Izinkan Penumpang Sahur dan Buka Puasa di Kereta

Whats New
Ada 20 Perusahaan Dalam Proses IPO di BEI, Sektor Konsumer Paling Banyak

Ada 20 Perusahaan Dalam Proses IPO di BEI, Sektor Konsumer Paling Banyak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X