Uni Eropa Sepakati Anggaran Pemulihan Ekonomi Rp 29.400 Triliun

Kompas.com - 22/07/2020, 10:31 WIB
Uni Eropa ShutterstockUni Eropa
Penulis Mutia Fauzia
|

LONDON, KOMPAS.com - Setelah melalui proses diskusi yang alot dalam lima hari terakhir, para pimpinan negara kawasan Uni Eropa sepakat mengalokasikan anggaran pemulihan sebesar 750 miliar euro atau 858 miliar dollar AS untuk membangun kembali perekonomian yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Komisi Eropa akan meminjam uang dari pasar keuangan dan mendistribusikan kurang dari setengahnya atau sekitar 446 miliar dollar AS sebagai hibah kepada negara-negara Uni Eropa yang paling terpukul, sisanya akan disalurkan sebagai pinjaman.

Dikutip dari CNN, Rabu (22/7/2020) para pemimpin juga menyetujui anggaran baru Uni Eropa sebesar 1,3 triliun dollar AS untuk tahun 2021 hingga 2027. Dengan demikian, keseluruhan anggaran belanja jika digabungkan akan mencapai sektar 2 triliun dollar AS atau setara dengan Rp 29.400 triliun (kurs Rp 14.700).

Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp 14.622 Per Dollar AS Pagi Ini

"Ini adalah paket ambisius dan komprehensif yang menggabungkan anggaran dengan upaya pemulihan luar biasa yang ditakdirkan untuk mengatasi efek dari krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya demi kepentingan terbaik Uni Eropa," kata para pemimpin Uni Eropa dalam deklarasi bersama.

Deklarasi bersama mengenai penyediaan dana tersebut meliputi tiga pilar, yakni membantu bisnis pulih dari pandemi, meluncurkan langkah-langkah baru untuk mereformasi ekonomi dalam jangka panjang, serta investasi untuk menghadapi risiko krisis di masa depan.

Kesepakatan tersebut tercipta setelah para pimpinan negara dihadapkan pada kebuntuan dan diskusi yang alot.

"Kami berhasil! Eropa kuat. Eropa bersatu," ujar Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan pada konferensi pers Selasa.

Baca juga: 2 Pejabat KKP Mundur, Edhy Prabowo: Saya Pikir Itu Hak

"Ini kesepakatan yang bagus, ini kesepakatan yang kuat, dan yang paling penting, ini adalah kesepakatan yang tepat untuk Eropa saat ini." sambungnya.

Michel mengatakan ini adalah pertama kalinya para anggota Uni Eropa bersama-sama menegakkan ekonomi dalam melawan krisis.

Uni Eropa berjuang melawan resesi yang dipicu oleh pandemi, negara-negara yang paling terpukul seperti Italia dan Spanyol pun saat ini sangat membutuhkan bantuan ekonomi baru.

Komisi Eropa mengatakan awal bulan ini, mereka memproyeksi ekonomi Uni Eropa menyusut 8,3 persen pada tahun 2020, jauh lebih buruk daripada kontraksi 7,4 persen yang diprediksi dua bulan lalu.

Baca juga: Lowongan Kerja Sampoerna untuk S1 dan S2 Semua Jurusan



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X