Pandemi Covid-19, Pelindo II Tunda Rencana Ekspansi ke Luar Negeri

Kompas.com - 24/07/2020, 16:27 WIB
Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT I) usai diresmikan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa (13/9/2016). Terminal dibangun untuk meningkatkan kapasitas secara bertahap guna mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas dan kargo Pelabuhan Tanjung Priok, dioperasikan oleh joint venture company antara Pelindo II (IPC) TPK dan Komsosrsium Mitsui-PSA-NYK Line yaitu PT New Priok Container Terminal One (NPCT1), berkapasitas 1,5 juta TEUS per tahun. TRIBUN NEWS / HERUDINAktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT I) usai diresmikan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa (13/9/2016). Terminal dibangun untuk meningkatkan kapasitas secara bertahap guna mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas dan kargo Pelabuhan Tanjung Priok, dioperasikan oleh joint venture company antara Pelindo II (IPC) TPK dan Komsosrsium Mitsui-PSA-NYK Line yaitu PT New Priok Container Terminal One (NPCT1), berkapasitas 1,5 juta TEUS per tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memutuskan untuk menunda aksi korporasinya untuk mengakuisisi pelabuhan di luar negeri.

Dirsektur Utama IPC Arif Suhartono mengatakan, langkah itu diambil karena melihat kondisi perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

“Ada beberapa pelabuhan yang dibidik. (Rencana akuisisi pelabuan luar negeri) pasti kami review ulang,” ujar Arif, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Sah, Ignasius Jonan Jadi Komisaris Unilever Indonesia

Arief menambahkan, sebelum pandemi Covid-19, perusahaannya membidik beberapa pelabuhan di luar negeri seperti di Bangladesh dan Vietnam. Dengan adanya pandemi ini pihaknya perlu menyesuaikan langkah yang diambil dengan kondisi yang sedang terjadi.

Pelindo II lanjut dia, saat ini lebih memilih mengembangkan pelabuhan-pelabuhan domestik.

“Kami coba memaksimalkan sisi domestik pelabuhan-pelabuhan lain, kolaborasi membangun di wilayah timur (Indonesia),” kata Arif.

Baca juga: 7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (2)

Berdasarkan paparan yang dikemukakan Arif, dari Januari hingga Juni 2020 terjadi penurunan aktivitas peti kemas sebesar 8,3 persen di pelabuhan yang dikelola Pelindo II. Di periode yang sama pada tahun lalu, arus peti kemas di pelabuhan Pelindo II sebanyak 3,6 juta Teus dan di periode tahun ini hanya 3,3 juta Teus.

Sementara untuk kegiatan non container turun 11,8 persen dari 28,4 juta tonase menjadi 25,4 juta tonase. Demikian juga shipping call turun 13,9 persen dari 100,8 juta gross tonnage (GT) menjadi 88,5 juta GT dan juga sisi penumpang turun 280 persen.

Kendati ada penurunan di sisi penumpang, kata Arif, sektor tersebut tak terlalu memberikan dampak finansial ke perseroannya.

Baca juga: Tiga Eks Petinggi Waskita Karya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Respons Kementerian BUMN



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X