Atasi Covid-19, Luhut Ingin Indonesia Tiru Jerman, Rusia, dan Taiwan

Kompas.com - 27/07/2020, 14:06 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada semua pihak agar meniru Jerman, Rusia, dan Taiwan yang mampu memulihkan perekonomiannya di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Lantaran sinergitas seluruh pemerintahannya serta masyarakat di ketiga negara tersebut.

"Saya membaca sedikit ada analisa bahwa negara Jerman yang paling cepat menangani Covid-19 ini dengan alasan bahwa mereka melakukan sinergi yang sangat padu," katanya dalam sambutan acara MoU Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara virtual, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Luhut: Kalau Waktu Itu Kita Lockdown....

"Jadi akibat terpadu demikian maka kita lihat Jerman, Taiwan, Rusia dikatagorikan sebagai negara yang cepat recovery dari keadaan ini," lanjut Luhut.

Ia menginginkan Indonesia juga kompak seperti ketiga negara itu menangani Covid-19. Ia juga menekankan dalam kondisi sekarang ini, tak ada pihak yang boleh saling menyalahkan.

"Oleh karena itu, saya juga berharap di kita semua agar kita kompak, agar kita padu terintegrasi menyelesaikan masalah ini. Tidak boleh ada salah-menyalahkan. Kalau ada kekurangan dari satu tempat, satu teman kita saling memperbaiki," ucapnya.

Luhut juga menegaskan, tidak ada pihak yang merasa paling hebat dalam menangani kondisi Covid-19. Maka dari itu, ia kembali mengingatkan pentingnya meniru ketiga negara tersebut.

Baca juga: Luhut: Tak Ada Pemerintah yang Buat Aturan untuk Membunuh Rakyatnya

"Tidak dalam satu suasana untuk merasa paling baik dalam konteks ini. Oleh karena itu sekali lagi, kita niru Jerman itu. Kita juga melihat Taiwan yang menjadi model menurut hemat saya, bagaimana mereka kompak mengatasi masalah ini," ujarnya.

Sekaligus Luhut berharap program PEN dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik. Terutama untuk Indonesia bagian timur yang menurutnya sudah alami kemajuan.

"Sekali lagi saya berharap, dalam program ini, akan bisa membuat Indonesia lebih bagus dan kita tidak terperosok lebih jauh daripada keadaan sekarang ini. Saya yakin itu bisa dilakukan karena timur dari waktu ke waktu semakin baik," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelamar Sekolah Kedinasan Terkendala NIK dan KK yang Tak Sesuai, Ini yang Harus Dilakukan

Pelamar Sekolah Kedinasan Terkendala NIK dan KK yang Tak Sesuai, Ini yang Harus Dilakukan

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sering Kena Ghosting Rekruter, Bisa Jadi Kamu Overqualified

[KURASI KOMPASIANA] Sering Kena Ghosting Rekruter, Bisa Jadi Kamu Overqualified

Rilis
Rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dilanjutkan Sampai Bandara Kertajati

Rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dilanjutkan Sampai Bandara Kertajati

Whats New
Terapkan Digitalisasi, Operasi Chevron Hemat Rp 1,4 Triliun di 2020

Terapkan Digitalisasi, Operasi Chevron Hemat Rp 1,4 Triliun di 2020

Whats New
THR 2021 Wajib Diayar Penuh, Ini Komentar Pengusaha

THR 2021 Wajib Diayar Penuh, Ini Komentar Pengusaha

Whats New
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tambah Satu Stasiun, Dipantau Ketat Luhut

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tambah Satu Stasiun, Dipantau Ketat Luhut

Whats New
IHSG Cenderung Melemah Jelang Ramadhan, Ini Penjelasan Analis

IHSG Cenderung Melemah Jelang Ramadhan, Ini Penjelasan Analis

Whats New
KPPU Denda Travel Circle International Ltd Rp 1 Miliar, Ini Penyebabnya

KPPU Denda Travel Circle International Ltd Rp 1 Miliar, Ini Penyebabnya

Whats New
Sandiaga Uno Siap Bantu Pengelolaan TMII, Akan Seperti Apa?

Sandiaga Uno Siap Bantu Pengelolaan TMII, Akan Seperti Apa?

Whats New
Mengenal Apa Itu LMKN yang Punya Wewenang Tarik Royalti Lagu

Mengenal Apa Itu LMKN yang Punya Wewenang Tarik Royalti Lagu

Whats New
Agar Stok Pangan Aman Selama Ramadhan, Pemerintah Impor Bawang Putih hingga Gula

Agar Stok Pangan Aman Selama Ramadhan, Pemerintah Impor Bawang Putih hingga Gula

Whats New
Kapan Layanan Tes GeNose Tersedia di Bandara Soekarno-Hatta?

Kapan Layanan Tes GeNose Tersedia di Bandara Soekarno-Hatta?

Whats New
Ramai Berita Keterlambatan Pengiriman Paket karena Buruh Demo, Ini Respons Shopee

Ramai Berita Keterlambatan Pengiriman Paket karena Buruh Demo, Ini Respons Shopee

Whats New
Awal Pekan, IHSG Ditutup Anjlok 2 Persen

Awal Pekan, IHSG Ditutup Anjlok 2 Persen

Whats New
PGN Terus Lakukan Optimalisasi Pasar Eksisting dan Ekspansi Bisnis

PGN Terus Lakukan Optimalisasi Pasar Eksisting dan Ekspansi Bisnis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X