Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Kompas.com - 07/08/2020, 17:41 WIB
Logo OJK KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOLogo OJK

Kecukupan likuiditas juga terjaga dengan baik. Hal itu tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Non Core Deposit (AL/NCD) per 15 Juli 2020 menguat ke level 122,57 persen dan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di level 26,02 persen, jauh berada di atas threshold 50 persen dan 10 persen.

Di tengah pelemahan aktivitas ekonomi akibat pembatasan sosial yang menekan kinerja intermediasi perbankan, posisi Juni kredit tumbuh sebesar 1,49 persen yoy dengan NPL gross sebesar 3,11 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 7,95 persen yoy didorong oleh pertumbuhan DPK BUKU 4 yang mencapai 11,90 persen (yoy). Rasio NPF tumbuh sebesar 5,1 persen sementara risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,92 persen, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen.

Baca juga: Sedang Disorot, Bagaimana Kinerja OJK di Semester I 2020?

Tantangan digitalisasi

Seiring dengan kemajuan teknologi digital, sektor perbankan juga harus bersaing dengan berbagai macam entitas sektor keuangan yang menyediakan layanan serupa dengan bank.

Terkadang interelasi perbankan dengan non bank ini bersifat mutualisme, namun tidak jarang juga hubungannya kompetisi dan saling meniadakan misalnya saja persaingan bank dengan fintech.

Perkembangan sektor jasa keuangan semacam ini memerlukan sebuah lembaga pengawas atau regulator yang mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan juga kondusif bagi berkembangnya masing-masing sektor ke depannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Optimalnya pengaturan, pengawasan, dan pengelolaan ekosistem jasa keuangan secara keseluruhan oleh OJK akan membuat risiko yang membayangi sektor keuangan bisa terkendali sehingga daya dukung dalam mendorong perekonomian juga akan semakin maksimal.

Namun, tentu saja ini bukan pekerjaan mudah mengingat eksistensi OJK dapat dikatakan masih baru dan perlu banyak pembenahan baik di sisi internal maupun eksternal.

Di sisi lain, ekspektasi publik akan hadirnya pengawasan sektor jasa keuangan yang prima tidak bisa ditunda-tunda.

Baca juga: Jaga Sektor Keuangan, Ekonom Sebut Peran OJK Masih Diperlukan

Urgensi Peran OJK

Masyarakat tentu berharap kehadiran OJK harus bisa membawa pengawasan sektor jasa keuangan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan periode waktu lalu di mana pengawasan masih berada di beberapa lembaga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X