Ditanya Pengusaha Soal Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Jawaban Pemerintah

Kompas.com - 13/08/2020, 20:40 WIB
Ketua umum Apindo Haryadi Sukamdani saat diwawancarai media di Jakarta, Selasa (10/12/2019). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAKetua umum Apindo Haryadi Sukamdani saat diwawancarai media di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha mempertanyakan strategi pemerintah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dan antisipasi kemungkinan adanya gelombang kedua pandemi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, saat ini saja masyarakat masih enggan beraktivitas di luar rumah, termasuk belanja ke pusat perbelanjaan. 

"Terkait covid sebetulnya yang sangat dibutuhkan itu creating demand. Masalahnya, demand tidak terjadi, masyarakat masih merasa ragu dan takut lakukan aktivitas," ujarnya saat Rakernas Apindo 2020, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Ini Kebiasaan yang Buat Literasi Keuangan Milenial Rendah

"Andai kata kasus positif covid dan tingkat kematian meningkat, apa antisipasi pemerintah jika terjadi lonjakan terutama fatality rate?," sambungnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam acara itu mengakui pernah memiliki ketakutan melonjak tajamnya kasus setelah Lebaran 2020.

"Itu saya takut, terus terang saja. Saya itu sebenarnya sangat takut waktu selesai Lebaran. Bagaimanapun juga suka enggak suka yang pulang kampung kan banyak dan itu kembali. Tapi alhamdulilah terkendali," ungkapnya.

Baca juga: Soal Subsidi Gaji Rp 600.000, Ini Keluhan Pengusaha

Luhut juga mengaku takut kasus Covid-19 melonjak saat pemerintah membuka lagi tempat-tempat wisata. Namun dengan disiplin protokol kesehatan yang ketat, ia yakin tidak akan terjadi gelombang kedua Covid-19.

"Kalaupun itu (gelombang kedua Covid-19) terjadi, saya selalu ada kontigensi. Saya pikir Wisma Atlet masih punya fasilitas sampai berapa ribu untuk penanganan," ujarnya.

Selain itu, Luhut juga menyebut kesiapan dari segi farmasi dan alat-alat kesehatan sudah mulai membaik.

"Obat obatan kita jauh lebih baik dibandingkan bulan Maret dan April. APDnya, maskernya, kemudian obatnya dan sekarang pengalaman herbal berkembang banyak. Saya sih tidak terlalu khawatir di situ Mas Hariyadi," katanya.

Baca juga: HUT ke-75 RI, PLN Disjaya Beri Diskon Tambah Daya Listrik



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X