Pulihkan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas, Jokowi Anggarkan Rp 14,4 Triliun

Kompas.com - 14/08/2020, 16:37 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur saat memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada acara sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2020). ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur saat memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada acara sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo mengalokasikan anggaran pembangunan pariwisata sekitar Rp 14,4 triliun dalam RAPBN 2021.

Dalam pidatonya mengenai Penyampaian RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2021 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR RI, alokasi pariwisata ditujukan untuk pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.

" Kebijakan dilakukan melalui pemulihan pariwisata, dengan pengembangan destinasi pada 5 fokus kawasan, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang," kata Jokowi di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Kemenhub Anggarkan Rp 2,593 Triliun untuk Kembangkan Daerah Wisata Super Prioritas

Jokowi menuturkan, kebijakan diarahkan untuk pengembangan aspek 3A, yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Begitu juga untuk meningkatkan promosi dan partisipasi pelaku usaha swasta.

"Selanjutnya untuk pendekatan storynomics tourism yang mengedepankan narasi, konten, kreatif, living culture, dan kekuatan budaya; serta pemanfaatan skema KPBU dalam membangun pusat-pusat hiburan, seperti theme park, yang akan menyerap banyak wisatawan," pungkasnya.

Informasi saja, berbagai kebijakan belanja negara pada tahun 2021 secara keseluruhan ditujukan untuk mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada 2021.

Sasaran pembangunan itu meliputi tingkat pengangguran yang ditargetkan hanya 7,7 - 9,1 persen, tingkat kemiskinan di kisaran 9,2 - 9,7 persen, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377 - 0,379, serta indeks pembangunan manusia 72,78 - 72,95.

Baca juga: Tahun 2021, ASN Bakal Tetap Dapat THR dan Gaji ke-13



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X