Menhub Akui Pandemi Ganggu Pembangunan Infrastruktur Transportasi

Kompas.com - 14/08/2020, 20:10 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Bandara I Laga Ligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (28/02/2020). MUH. AMRAN AMIRMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Bandara I Laga Ligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (28/02/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui pembangunan infrastruktur transportasi terganggu karena pandemi Covid-19 ini.

Sebab, kinerja adanya pembatasan pergerakan masyarakat membuat stakeholder perhubungan tak bisa bergerak bebas seperti dalam kondisi normal.

“Iya benar. Masa pandemi ini membuat kita dilematis dalam beberapa hal. Pertama, berkaitan dengan pembangunan, karena dengan adanya pandemi tentu semua stakeholder tidak maksimal melakukan kegiatan,” ujar Budi dalam webinar, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Menhub: Pandemi Covid-19 adalah Masa Suram bagi Bisnis Transportasi

Kendati begitu, Budi optimistis Kementerian Perhubungan bisa tetap maksimal menggunakan anggaran belanjanya di masa pandemi ini.

“Saya yakini Kemenhub bisa melakukan penyerapan (anggaran) lebih dari 95 persen di tahun ini,” kata mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu.

Selain masalah pembangunan infrastruktur, lanjut Budi, pandemi ini juga sangat berdampak ke pendapatan para pelaku industri transportasi. Sebab, selama pandemi ini alat transportasi tak bisa mengangkut penumpang dengan maksimal kapasitas.

“Dilema yang paling dalam berkaitan dengan kita harus mengawal protokol kesehatan, salah satunya menjaga jarak, nah ini mengurangi kapasitas. Mengurangi kapasitas berarti mengurangi keekonomian dari tansportasi,” ucap dia.

Baca juga: Menhub Tawarkan Proyek Transportasi Ibu Kota Baru ke ASEAN-China



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X