Menhub: Pandemi Covid-19 adalah Masa Suram bagi Bisnis Transportasi

Kompas.com - 11/08/2020, 13:54 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (27/1/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (27/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak buruk bagi perekonomian.

Salah satu industri yang mengalami dampak paling dalam adalah sektor transportasi, khususnya dalam industri penerbangan.

“Pandemi (Covid-19) merupakan masa suram bagi berbagai bisnis, termasuk transportasi. Bahkan transportasi dan logistik merupakan sektor terdalam yang alami masalah (akibat pandemi),” ujar Budi dalam webinar, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Program Listrik Gratis Diperpanjang hingga Desember 2020

Budi menjelaskan, sektor transportasi terdampak pandemi Covid-19 karena pembatasan pergerakan manusia. Masyarakat enggan bepergian karena takut tertular penyakit tersebut.

Imbasnya, omzet bisnis transportasi terpuruk karena hal tersebut.

“Harus kita akui transportasi mengalami situasi yang parah, dalam prediksi penurunan omzet 30 persen, bahkan sektor udara lebih dari 50 persen (penurunan omzetnya) dan ini membuat ancaman bangkrut,” kata mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu.

Budi mencontohkan, sektor industri penerbangan mulai terpukul sejak kuartal I-2020. Hal serupa pun berlanjut pada kuartal II-2020.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Masihkan Bisnis Penjualan Bendera Merah Putih Berkibar?

“Industri penerbangan nasional tampak moderat di triwulan satu dan turun tajam di bulan Maret, masuk triwulan dua amat berat dan kita harapkan triwulan tiga makin baik,” ucap dia.

Menurut Budi, banyak maskapai di luar negeri yang terancam gulung tikar akibat pandemi Covid-19 ini. Salah satunya yaitu Virgin Australia.

“Tercatat, Virgin Australia yang terbesar kedua di Australia terancam bangkrut. Mereka juga ditolak minta dana talangan pemerintah. Dua maskapai Eropa, Luthfansa Jerman dan Air France, terancam gulung tikar,” ujarnya.

Baca juga: Persyaratan Lengkap Karyawan Swasta Penerima Subsidi BLT Rp 600.000



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X