Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Startup Tjetak Raih Pendanaan Seri A

Kompas.com - 24/08/2020, 20:32 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan rintisan (startup) produksi kemasan Tjetak mengumumkan pendanaan baru yang dipimpin oleh Vertex Ventures.

Di tengah pandemi Covid-19, kucuran dana investasi ini membantu Tjetak melayani semakin banyak pelaku usaha dengan menyediakan kemasan custom untuk berbagai jenis bisnis.

“Rencananya, kami akan menggunakan investasi ini untuk tiga hal utama, yaitu ekspansi wilayah operasional dan penguatan SDM, pengembangan fitur-fitur baru, serta peningkatan kapasitas lab dan fasilitas packaging," kata Anggara Pranaspati, co-founder Tjetak dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19, Mampukah Startup Indonesia Bertahan?

Menurut Anggara, peningkatan lab dan fasilitas packaging penting dilakukan untuk menunjang tingginya permintaan pasar dan melakukan inovasi untuk kemasan-kemasan yang diproduksi.

Angga menyatakan, putaran pendanaan ini ditutup di saat yang tepat, terutama karena banyak di kalangan masyarakat Indonesia yang memulai bisnis UMKM dan juga perusahaan yang mengalami peningkatan penjualan berbasis online sejak pandemi Covid-19.

Hal ini tentunya mendorong dunia usaha untuk memiliki kemasan yang baik sebagai cara meningkatkan brand value di mata pelanggan.

Menurut data dari Tokopedia, jumlah penjual yang bergabung dalam platform e-commerce mengalami kenaikan hingga 250 persen. Semua bisnis dengan total nilai industri hingga Rp 87 triliun ini membutuhkan kemasan yang didesain secara profesional untuk meningkatkan brand value mereka.

Baca juga: Startup Perikanan eFishery Raih Pendanaan Seri B

"Oleh karena itu, Tjetak sebagai startup solusi packaging yang memiliki spesialisasi di bidang kemasan memiliki potensi besar untuk bertumbuh dan melayani lebih banyak perusahaan di Indonesia," jelas Anggara.

Berdiri sejak tahun 2018, Tjetak merupakan perusahaan teknologi yang diprakarsai oleh tiga alumni Universitas Indonesia, yaitu Anggara Pranaspati, Raffisal Damanhuri, dan Hasandi Patriawan.

“Kami melihat bahwa industri kemasan memiliki beberapa pain points, misalnya proses untuk mendapatkan harga membutuhkan waktu yang lama serta spesifikasi rumit," sebut Anggara.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com