Di Tengah Pandemi, Mitra Keluarga Lanjutkan Ekspansi Rumah Sakit

Kompas.com - 24/08/2020, 19:57 WIB
RS Mitra Keluarga Depok, Jalan Margonda Raya. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANRS Mitra Keluarga Depok, Jalan Margonda Raya.

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) berencana melakukan ekspansi perusahaan dengan pembangunan Rumah Sakit pada tahun ini dan pada tahun 2021.

Sebelumnya MIKA telah berpartisipasi dalam membangun rumah screening untuk pemeriksaan Covid-19 sebanyak 16 unit.

Investor Relation Mitra Keluarga, Aditya Widjaja mengatakan perusahaan berinvestasi untuk untuk pembangunan rumah untuk test Covid-19 sebanyak 16 unit pada tahun 2020 dengan nilai investasri Rp 300 juta sampai dengan Rp 400 juta per unit atau dengan total Rp 4 miliar sampai dengan Rp 5 miliar.

Baca juga: Penggabungan Rumah Sakit BUMN Tinggal Selangkah Lagi

“Agenda ekspansi kedepannya tahun ini, kita berhasil mengakuisisi salah satu RS di Cirebon melalui Rumah Kasih Indonesia yang merupakan anak perusahaan kami. Selain itu, kami berencana membangun 1 RS di Surabaya dan 2 RS di tahun berikutnya,” kata Aditya dalam Public Eexpose Live, Senin (24/8/2020).

Aditya menjelaskan saat ini proses pembangunan RS di Surabaya sudah hampir 90 persen dan rencananya akan mulai dibuka pada akhir tahun ini, sekaligus menjadi RS ke 26 milik MIKA.

Nilai investasi dan belanja modal untuk RS ke 26 tersebut adalah Rp 283 miliar dengan realisasi saat ini sudah 50 persen atau sekitar Rp 142 miliar per Juni 2020.

Sementara itu, untuk RS ke 27 dan ke 28 rencanaya akan mulai ground breaking pada akhir tahun 2020, dengan total investasi Rp 150 miliar sampai dengan Rp 200 miliar per RS.

Di sisi lain, guna meningkatkan pendapatan, MIKA terus berupaya untuk mendorong para dokter tetap melakukan jam praktek secara reguler, sehingga kepercayaan masyarakat dapat pulih untuk kembali berobat ke RS.

Pada bulan April dan Mei perusahaan mengalami penurunan pendapatan pada Semester I, karena penurunan trafik atau jumlah kunjungan pasien pada kuartal II. Hal ini lantaran, masyarakat cenderung menunda datang ke RS, demikian juga para dokter yang mengurangi jam praktik.

Baca juga: 32 Rumah Sakit Umum di Jakarta Dapat Bantuan 4.400 Test Kit Covid-19

Sampai dengan semester I, total pasien rawat jalan mencapai 1,03 juta atau turun 19,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya 1,28 juta pasien. Sementara itu dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, total pasien mengalami penurunan 51,8 persen atau 334.100 pasien.

Total pasien rawat inap pada semester I tahun 2020 adalah 95.600 atau turun 11,43 persen dibanding periode sama tahun lalau 107.900. Hal ini terjadi karena penurunan jumlah pasien rawat inap pada kuartal II tahun ini sebesar 34,29 persen atau 37.900 pada kuartal I.

Dengan kondisi yang tidak pasti, MIKA belum melakukan revisi target pendapatan untuk Semester ke II tahun 2020.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X