Fakta Subsidi Gaji: Dorong Regulasi, Tunda Transfer, hingga Validasi Data Pekerja

Kompas.com - 27/08/2020, 05:43 WIB
Ilustrasi rupiah, ilustrasi penyaluran BLT UMKM Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah, ilustrasi penyaluran BLT UMKM

JAKARTA, KOMPAS.com - Bantuan subsidi upah/gaji sebesar Rp 600.000 per bulan untuk pekerja berpenghasilan di bawah Rp 5 juta diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini.

Subsidi upah/gaji merupakan program stimulus yang dikoordinasikan bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), meliputi Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2020.

Sebelum terlaksananya bantuan subsidi gaji, terdapat sejumlah fakta menarik yang diulas.

1. Dorong Regulasi Subsidi Gaji

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah sempat mengatakan, regulasi yang dibuat untuk mengatur penyaluran subsidi gaji dari pemerintah bagi pekerja atau buruh berpenghasilan di bawah Rp 5 juta telah rampung.

Baca juga: Jokowi Luncurkan Program Subsidi Gaji Hari Ini, Simak Syarat Mendapatkannya

Namun, masih dibutuhkan harmonisasi antar kementerian/lembaga terkait.

"Permenaker diterbitkan, kemudian biasalah peraturan pemerintah masih membutuhkan harmonisasi dari Kementerian Hukum dan HAM siap. Setelah (Permenaker) kami keluarkan hari ini, kemudian diharmonisasi," katanya di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Hanya dalam waktu sepekan, terbitlah Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 yang menjadi Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/Buruh dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Dalam beleid tersebut dijelaskan, bantuan pemerintah berupa subsidi gaji diberikan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja atau buruh dalam penanganan dampak Covid-19.

2. Penetapan Kriteria Penerima Subsidi Gaji

Di dalam Permenaker No. 14 Tahun 2020 tertulis hanya terdiri dari 7 kriteria penerima subsidi upah/gaji, antara lain:

a. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK);

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Shopee Tutup Penjualan 13 Produk Crossborder Usai Ada Larangan dari Pemerintah

Shopee Tutup Penjualan 13 Produk Crossborder Usai Ada Larangan dari Pemerintah

Whats New
Dampingi Presiden Tinjau Vaksinasi Gotong Royong, Arsjad Rasjid: Kesehatan Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Dampingi Presiden Tinjau Vaksinasi Gotong Royong, Arsjad Rasjid: Kesehatan Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Whats New
Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Menguat

Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Menguat

Whats New
Pemerintah Larang 13 Produk Crossborder Masuk Indonesia

Pemerintah Larang 13 Produk Crossborder Masuk Indonesia

Whats New
Mengenal YFI, Aset Kripto yang Harganya Tembus Rp 1 Miliar

Mengenal YFI, Aset Kripto yang Harganya Tembus Rp 1 Miliar

Earn Smart
Pemerintah Punya Utang ke Bulog Rp 1,28 Triliun, Buwas Minta Bantuan DPR

Pemerintah Punya Utang ke Bulog Rp 1,28 Triliun, Buwas Minta Bantuan DPR

Whats New
Promo Tambah Daya Listrik Tersedia hingga Akhir Mei, Ini Biayanya

Promo Tambah Daya Listrik Tersedia hingga Akhir Mei, Ini Biayanya

Spend Smart
Vaksin Covid-19 Gotong Royong, Mendag: Perekonomian Bangsa Bisa Bergerak Kembali...

Vaksin Covid-19 Gotong Royong, Mendag: Perekonomian Bangsa Bisa Bergerak Kembali...

Whats New
Apresiasi Pelanggan Industri Kecil, PGN Gandeng Tokopedia Hadirkan Event 'Dapur GasKita'

Apresiasi Pelanggan Industri Kecil, PGN Gandeng Tokopedia Hadirkan Event "Dapur GasKita"

Rilis
Bulog Pastikan Tidak Akan Impor Beras hingga Akhir 2021

Bulog Pastikan Tidak Akan Impor Beras hingga Akhir 2021

Whats New
BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 50 Bps hingga Akhir 2022

BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 50 Bps hingga Akhir 2022

Whats New
Menakar Untung Rugi GoTo bagi Ekonomi Nasional

Menakar Untung Rugi GoTo bagi Ekonomi Nasional

Whats New
Kisah di Balik Sandal Jepit Swallow, Alas Kaki Populer Asli Indonesia

Kisah di Balik Sandal Jepit Swallow, Alas Kaki Populer Asli Indonesia

Smartpreneur
Ini Jumlah Peserta yang Terdaftar dalam Program Vaksinasi Gotong Royong

Ini Jumlah Peserta yang Terdaftar dalam Program Vaksinasi Gotong Royong

Whats New
Morgan Stanley Revisi Ekonomi Indonesia 2021 Jadi Hanya 4,5 Persen

Morgan Stanley Revisi Ekonomi Indonesia 2021 Jadi Hanya 4,5 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X