Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III dan IV 2020 Diprediksi Masih Minus

Kompas.com - 31/08/2020, 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah memproyeksikan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV tahun ini akan membaik, tapi masih mengalami pertumbuhan negatif akibat COVID-19.

“Kuartal III ini kita yakini masih negatif. Triwulan IV juga kita perkirakan masih negatif. Membaik tapi tetap negatif,” katanya, seperti dilansir dari Antaranews, Senin (31/8/2020).

Piter menyatakan perekonomian Indonesia berpotensi tumbuh negatif di kuartal III dan IV karena sumber permasalahannya adalah masih adanya wabah COVID-19.

Baca juga: Resesi Kian Nyata, Sri Mulyani Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Minus 2 Persen

"Negatif itu sebenarnya disebabkan oleh wabah jadi selama wabahnya masih ada meskipun kita otak-atik ekonominya percuma. Ya tetap akan negatif,” ujarnya.

Menurut Piter, berbagai pemberian stimulus dan bantuan oleh pemerintah selama ini adalah bertujuan agar perekonomian tidak mati dan bukan supaya kembali normal.

Ia menuturkan konsumsi dan investasi akan tetap turun selama wabah masih berlangsung sehingga bantuan dari pemerintah tidak akan mampu membuat perekonomian tumbuh positif.

“Kalau mendorong perekonomian sampai positif itu tidak mungkin, jadi tujuannya adalah menyelamatkan masyarakat agar tetap bisa bertahan hidup,” katanya.

Baca juga: Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen, Ekonom: Terlalu Konservatif

Ia mencontohkan orang bergaji Rp 4 juta per bulan terkena PHK kemudian mendapat bantuan Rp 600.000 dari pemerintah maka tingkat konsumsi masyarakat tersebut tidak setinggi seperti saat masih bekerja.

“Dengan Rp 600.000 kita berharap konsumsi naik seperti waktu dia gajinya Rp 4 juta kan tidak mungkin. Jadi konsumsinya tetap turun tapi tetap melakukan konsumsi dan tetap hidup,” ujarnya.

Meski demikian, Piter menyatakan pemerintah masih harus melakukan ekspansi terhadap berbagai insentif, stimulus, dan bantuan sosial (bansos) terutama untuk masyarakat yang benar-benar terdampak.

 

"Mungkin sekarang masih ada keluhan yang dibantu siapa, yang kena PHK siapa. Artinya bantuan itu belum menyentuh semua yang membutuhkan,” tegasnya.

Oleh sebab itu ia menyarankan agar pemerintah dapat terus memperbaiki data terkait penerima manfaat agar bantuan mampu tersalurkan secara cepat dan tepat.

“Kalau mau ditambah ya perlu ditambah agar semua yang terdampak mendapat bantuan,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.