Dongkrak Penyaluran KPR Subsidi, BTN Hadirkan Program KPR Khusus Ini

Kompas.com - 07/09/2020, 12:12 WIB
Ilustrasi KPR. iStockIlustrasi KPR.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendorong laju penyaluran KPR Subsidi untuk mempercepat pencapaian Program Satu Juta Rumah.

Salah satu inovasi terbaru adalah fitur untuk KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT, yakni Graduated Payment Mortgage.

Dalam fitur ini, suku bunga kredit yang diberikan fixed sebesar 10 persen selama 3 tahun. Adapun perbedaan dengan KPR BP2BT adalah versi sebelumnya belum dilengkapi fitur GPM dan belum menggunakan sistem suku bunga berjenjang pada 3 tahun pertama kredit berjalan.

Baca juga: Riset Ungkap KPR Syariah Makin Diminati, Ini Penyebabnya

Adapun KPR BP2BT merupakan salah satu skema KPR Subsidi selain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP dan Subsidi Selisih Bunga atau SSB.

“Kami harapkan dengan fitur Graduated Payment Mortgage atau GPM angsuran dapat lebih terjangkau sehingga masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dapat lebih antusias menggunakan skema KPR BP2BT untuk dapat memiliki rumah impiannya,” kata Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2020).

Untuk menarik minat nasabah, BP2BT tak kalah menarik dengan skema FLPP maupun SSB. Pahala memaparkan, dengan fitur baru, keringanan yang diperoleh masyarakat makin bertambah untuk mendapatkan rumah tapak maupun rumah susun yang diidamkan.

Pertama, uang muka atau down payment (DP) mulai dari 1 persen dari harga jual rumah. Kedua, mendapatkan bantuan uang muka sebesar 45 persen dari harga rumah atau maksimal Rp 40 juta.

Baca juga: BTN Tawarkan Promo KPR dengan Bunga 4,17 Persen, Mau?

Ketiga, jangka waktu kredit atau tenor hingga 20 tahun. Dan yang keempat, terbaru fitur GPM, suku bunga kredit hanya 10 persen untuk 3 tahun pertama dan suku bunga selanjutnya akan mengambang atau floating dengan tetap memperhatikan batas tertinggi yang ditetapkan Pemerintah.

Menurut Pahala, inovasi tersebut menjadi strategi BTN untuk mempercepat penyaluran KPR Subsidi selain menggunakan skema FLPP maupun SSB.

“Dengan fitur GPM tersebut, kami menargetkan penyaluran KPR BP2BT hingga akhir tahun ini dapat menyentuh 3.000 unit, adapun per Agustus lalu pencapaian kami baru sekitar 300 unit,” kata Pahala menjelaskan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X