Bakal Impor Rapid Test Berbasis AI, Dirut Indofarma: Lebih Murah, Prosesnya Hanya 1 Menit

Kompas.com - 08/09/2020, 06:07 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19. SHUTTERSTOCKIlustrasi rapid test Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indofarma Tbk menandatangani nota kesepahaman dengan Group42 (G42), perusahaan artificial intelligence dan cloud computing berbasis di Abu Dhabi untuk mengimpor alat tes cepat virus corona.

Alat tes cepat virus corona ini disebut-sebut lebih canggih karena berbasis teknologi artificial intelligence (AI). Sebagai informasi, penandatanganan nota kesepahaman tersebut sudah berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada akhir Agustus 2020.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto menjelaskan, kerja sama ini untuk produk diagnostik yakni Covid-19 laser screening test. Yakni, semacam alat tes cepat ( rapid test) untuk virus corona dengan menggunakan teknologi AI.

"Jadi bedanya alat ini tidak menggunakan pendekatan reagen, tetapi pendekatan AI dengan laser. Alat ini sudah dikembangkan dan digunakan di Abu Dhabi," kata dia seperti dilansir Kontan.co.id, Senin (7/9/2020).

Baca juga: Erick Thohir Sebut Biaya Tes Corona Pakai Laser Lebih Murah dari Rapid Test

Covid-19 laser screening test ini telah memperoleh Emergency Use Authorization di Uni Emirat Arab (UEA) dan telah digunakan untuk setiap warga yang ingin masuk ke Abu Dhabi. Setiap pendatang wajib memperlihatkan hasil screening laser test Covid-19 sebagai bagian dari upaya pemerintah UEA untuk melakukan mitigasi penyebaran Covid-19.

Arief menambahkan, kerja sama ini meliputi riset dan pengembangan (R&D), manufaktur, penjualan, dan distribusi. Namun pada tahap awal perusahaan pelat merah yang memiliki kode saham INAF ini akan fokus pada aktivitas distribusi. Seiring berjalannya waktu, kerja sama ini akan masuk ke tahap R&D dan manufaktur.

Dia pun menjelaskan, bahwa laser screeening test berbasis AI ini berbentuk satu set komputer yang dilengkapi dengan piranti lunak khusus. Perangkat lunak tersebut berisi data base ribuan data darah manusia yang positif dan negatif virus corona.

Nantinya, orang yang dites akan diambil sampel darahnya, lalu darah tersebut diusap ke kaca preperat, kemudian discan menggunakan laser. Nantinya pendaran laser akan menunjukkan hasil tes, reaktif atau non-reaktif.

"Tes menggunakan alat ini hanya membutuhkan waktu 1 menit saja," jelas Arief.

Walau menyebut tingkat akurasi dari tes ini di kisaran 90 persen-93 persen, Arief tetap menyarankan, pasien tetap harus melanjutkan dengan swab test agar hasilnya lebih akurat. Mengingat, alat ini fungsinya sama seperti rapid test yakni screening awal saja.

Arief mengklaim harga untuk tes akan lebih murah dibandingkan rapid test Covid-19 seperti biasanya.

Baca juga: Bocoran Lengkap Harga Vaksin Covid-19 dari Erick Thohir

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X