Kompas.com - 10/09/2020, 18:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengaku terkejut dengan keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 14 September 2020 mendatang.

Sejak pemberlakukan PSBB pada 10 April 2020 lalu hingga akhirnya dilonggarkan dengan sistem PSBB Transisi pada saat ini, menurut Maulana, bisnis di sektor restoran belum pulih. Sehingga, dengan kembali memperketat PSBB imbasnya bisa pengurangan tenaga kerja.

"Karena banyak orang yang enggak bisa bekerja, dan banyak perusahaan yang tidak menghasilkan. Jadi mau enggak mau, yah akhirnya korban pertama adalah tenaga kerja," ucap dia kepada Kompas.com, Kamis (10/9/2020).

Baca juga: Menko Airlangga: IHSG Terjun di Bawah 5.000 karena Pengumuman Gubernur DKI

Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat dan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dalam kebijakan PSBB DKI Jakarta terbaru disebutkan bahwa restoran tak boleh lagi menyediakan layanan makan di tempat. Seluruh usaha makanan hanya dapat menerima pesanan untuk dibawa pulang atau diantar (take away).

Maulana menyebutkan, tidak seluruh restoran bisa menerapkan sistem take away tersebut. Lantaran, bisnis restoran sangat mengandalkan pergerakkan masyarakat setiap harinya.

Ia bilang, pada dasarnya orang berkunjung ke restoran bukan hanya untuk kebutuhan makan, tetapi seringkali dijadikan tempat untuk bertemu teman atau melakukan pertemuan terkait pekerjaan. Hal-hal inilah yang cukup mendorong pendapatan bisnis restoran.

Sehingga, dengan penerapan PSBB pergerakkan masyarakat pun menjadi sangat terbatas, dan akan mengurangi potensi datangnya pengunjung ke restoran. Bahkan, dengan penerapan tetap beraktivitas di rumah, tidak serta-merta mendorong pemesanan secara online pada restoran tersebut.

"Contohnya restoran-restoran yang di mal, itu masih banyak yang ditutup, karena walaupun sudah dibuka dengan adaptasi normal baru, orang kan tetap tidak datang. Ini dengan kondisi sekarang (pada masa PSBB Transisi), jika ditambah lagi dengan PSBB yah makin lebih parah lagi," jelas dia.

Maulana mengatakan, saat pengusaha tak mendapatkan pemasukan yang cukup untuk menutupi biaya operasional, maka imbasnya kepada tenaga kerja sebagai upaya efisiensi. Di mana hak-hak tenaga kerja bisa tertunda seperti dalam hal pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, atau pemotongan gaji.

Selain itu, bisa membuat para pekerja dicutikan namun tanpa mendapatkan gaji, atau bahkan bisa berimbas pada pengurangan pekerja.

"Ini masalah daya tahan. Yang daya tahannya tidak kuat dia melakukan efisiensi dengan cara melakukan pengurangan tenaga kerja," kata Maulana.

Baca juga: PSBB Jakarta Kembali Diperketat, Gojek Masih Beroperasi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji 2023 Dibuka, Simak Formasi, Syarat, dan Cara Daftarnya

Rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji 2023 Dibuka, Simak Formasi, Syarat, dan Cara Daftarnya

Work Smart
Bukan Percetakan atau Baliho, Ini Sektor yang Bakal Cuan di Tahun Politik 2024

Bukan Percetakan atau Baliho, Ini Sektor yang Bakal Cuan di Tahun Politik 2024

Whats New
Daftar Lowongan Kerja Bulan November 2022, dari KPU hingga Adaro

Daftar Lowongan Kerja Bulan November 2022, dari KPU hingga Adaro

Work Smart
Proyek Infrastuktur RI Diminta Tanpa Impor, Industri Dalam Negeri Siap?

Proyek Infrastuktur RI Diminta Tanpa Impor, Industri Dalam Negeri Siap?

Whats New
Harita Group Salurkan 2 Tahap Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Harita Group Salurkan 2 Tahap Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Whats New
Sederet Manfaat Nikel dalam Kehidupan Sehari-hari

Sederet Manfaat Nikel dalam Kehidupan Sehari-hari

Whats New
Tingkatkan Produksi Beras Nasional, Mentan SYL Kawal Gerakan Tanam di Kawasan Food Estate Kapuas

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, Mentan SYL Kawal Gerakan Tanam di Kawasan Food Estate Kapuas

Rilis
6 Cara Cek Tagihan IndiHome secara Online dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan IndiHome secara Online dengan Mudah

Spend Smart
Pemulihan Pasca-gempa Cianjur, Ini Tips Menjaga Kesehatan untuk Penyintas Gempa

Pemulihan Pasca-gempa Cianjur, Ini Tips Menjaga Kesehatan untuk Penyintas Gempa

Whats New
5 Cara Cek Pajak Kendaraan di Jawa Timur lewat HP, Mudah dan Praktis

5 Cara Cek Pajak Kendaraan di Jawa Timur lewat HP, Mudah dan Praktis

Spend Smart
Sempat Sindir Orang Kaya Pakai BPJS, Ini Klarifikasi Lengkap Menkes

Sempat Sindir Orang Kaya Pakai BPJS, Ini Klarifikasi Lengkap Menkes

Whats New
BI 4 Kali Naikkan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Kredit Tumbuh Lambat dan NPL Naik

BI 4 Kali Naikkan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Kredit Tumbuh Lambat dan NPL Naik

Whats New
Pantang Mundur Jokowi di Kereta Cepat, meski Harus Tambah Utang ke China

Pantang Mundur Jokowi di Kereta Cepat, meski Harus Tambah Utang ke China

Whats New
Sri Mulyani Heran, Ada Badai PHK, Padahal Setoran Pajak Naik

Sri Mulyani Heran, Ada Badai PHK, Padahal Setoran Pajak Naik

Whats New
Ekonom Prediksi Badai PHK akan Meningkat Meski Terbatas

Ekonom Prediksi Badai PHK akan Meningkat Meski Terbatas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.