[POPULER MONEY] Ahok "Ngomel-ngomel" ke Pertamina dan BUMN | Subsidi Gaji Tahap III Cair

Kompas.com - 17/09/2020, 06:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan kekesalannya mengenai tata kelola BUMN Migas tersebut.

Berita mengenai Ahok yang ngomel-ngomel menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Rabu (16/9/2020). Adapun berita lain yang juga masuk terpopuler adalah mengenai subsidi gaji tahap III yang sudah cair.

Berikut adalah daftar berita terpopuler selengkapnya:

1. Ahok Usul Bubarkan Saja Kementerian BUMN, Apa Alasannya?

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengusulkan agar Kementerian BUMN dibubarkan saja. Menurut dia, banyak tata kelola perusahaan negara selama ini tidak efisien.

Pria yang kini akrab disapa BTP ini menuturkan, tata kelola yang buruk ini juga dirasakannya langsung setelah masuk dalam lingkaran BUMN, atau setelah ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Dia mengusulkan, ratusan BUMN yang ada saat ini lebih baik dikelola dengan benar-benar profesional dan jauh dari kepentingan politis. Indonesia bisa meniru apa yang dilakukan Pemerintah Singapura dengan membentuk Temasek. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Subsidi Gaji Tahap III Sudah Cair, Silakan Cek Rekening

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan subsidi upah/gaji tahap III telah dicairkan ke 3,5 juta pekerja yang berhak menerima sesuai kriteria Permenaker Nomor 14 Tahun 2020.

"Setelah menerima data dari BPJS, kami memaksimalkan waktu selama empat hari kerja terhitung semenjak Rabu hingga Senin kemarin untuk melakukan check list kelengkapan data," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020).

Ketentuan empat hari tersebut, lanjut Ida, telah diatur dalam pelaksanaan petunjuk teknis (juknis) sebagai upaya untuk meminimalkan risiko kesalahan data penerima sehingga dapat tepat sasaran. Selengkapnya silakan baca di sini.

3. Profil Komisaris Pertamina: Jenderal Polisi, Pejabat, dan Relawan Jokowi

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyebut posisi petinggi BUMN sangat kental dengan lobi-lobi politik.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X