Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhub Beberkan Alasan Pakai Jasa Influencer untuk Endorse

Kompas.com - 18/09/2020, 08:31 WIB
Muhammad Idris

Penulis

Sumber Antara

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengungkapkan alasan mengajak operator penerbangan untuk melibatkan influencer, baik Youtuber atau selebgram, dalam mempromosikan penerbangan guna menghindari pemberitaan yang dinilai cenderung negatif selama pandemi.

“Saya sudah menghubungi dua Youtuber, mengajak Atta Halilintar dan Deddy (Corbuzier), saya jelaskan tentang HEPA ke kedua orang ini. Insyaallah memberikan satu cara lain karena dengan cara-cara yang biasa, berita ini sedemikian heavy (berat)," kata Budi dilansir dari Antara, Jumat (18/9/2020).

"Berita negatif tentang Covid akan diumpakan ketidakberdayaan dan ketidakpedulian pemerintah, itu kita dianggap proekonomi saja,” kata dia lagi.

Menurut dia, melibatkan para influencer memberikan dampak yang signifikan dalam mengampanyekan transportasi yang aman, nyaman, sehat dan selamat kepada masyarakat.

Baca juga: Setelah Raffi Ahmad, Giliran Youtuber Atta Halilitar Endorse Garuda

“Saya pikir lumayan itu ada lebih dari 270.000 yang hit. Deddy tadi baru dua hingga tiga jam sudah 60.000 (penonton),” ujar dia.

Alokasi dana untuk influencer

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para operator penerbangan untuk menggunakan cara-cara baru dalam mempromosikan dan meninggalkan cara-cara lama.

“Saya ingin mengatakan kita harus taat konsisten menyediakan waktu dan dana untuk promosi dengan cara-cara yang baru, ngomong sendiri di lingkungan sendiri siapa yang dengar. Kita butuh endorser, apa yang dilakukan bandara ketat banget," kata Budi.

"Saya pikir apa yang bapak lakukan sudah luar biasa tinggal bagaimana meng-annoucne (mengumumkan) secar cerdas (endorse), masuk kepada endorser, kantong-kantong, tertentu tidak bisa dengan cara-cara lama lagi,” tambah dia.

Baca juga: Kata Dirut Garuda Soal Raffi Ahmad: Kondisi Susah, Kita Harus Kreatif

Budi mengakui sebelum pandemi rutin membaca surat kabar tiap pagi, namun setelah pandemi ia lebih memilih untuk mendapatkan informasi lewat gawai.

“Dulu sebelum Covid, saya kalau enggak baca koran Kompas pagi jam 10 rasanya enggak sreg, kalau enggak nonton berita Metro TV, Kompas TV atau TVone. Kita enggak baca koran oke, kita bisa dari dapat gadget,” katanya.

Ia menganggap yang tersebar di pemberitaan dengan kenyataan yang terjadi begitu berbeda di mana dalam implementasi protokol kesehatan sudah ketat.

“Mungkin itu diharapkan jadi suatu cara yang jitu. Bapak-bapak punya kapasitas, mereka senang sekali. Saya sempat dilarang Mbak Adita (Jubir Kemenhub) bahwa ini bukan untuk dicelotehkan, tapi saya merasa kebangkitan dunia aviasi harus didenger," ungkap Budi.

Baca juga: Ini Kata Dirut Garuda soal Logo RANS Raffi Ahmad di Badan Pesawat

"Apa yang disampaikan Pak Jokowi memang pandemi ini mencekam tapi justru kita rebut momentum dengan cara tunjukkan masyarakat sama progresnya dengan negara maju. Jitu melakukan upaya campaign (kampanye) lebih dari biasanya, campaign bukan seperti dulu lagi,” tambah Budi.

Celana Atta dipermasalahkan

Meski mencoba memperkenalkan penerapan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan penggunaan masker, tak sedikit warganet yang mempermasalahkan cara berpakaian Atta Halilintar yang dianggap tak sesuai dengan kesopanan.

Sebagaimana diketahui, Atta menggunakan celana ripped sobek jeans warna abu-abu. Sementara atasannya kemeja batik lengan panjang berkelir biru tua.

Tak lupa, sebagaimana yang biasanya, Youtuber asal Dumai ini menggunakan ikat kepala atau headband.

"Outfitnya Atta ga banget deh. Emang sih uang tidak bisa membeli taste. Hehehe," cuit akun @arendysm.

"Dulu kami diajari untuk berpakaian santun jika berbicara dengan orang yang lebih tua.
Ini kok, celana kk Atta sobek gitu ya. #DahulukanAdabBaruIlmu," tulis akun @hijrianiDY.

Baca juga: 400 Karyawan Garuda Indonesia Pilih Pensiun Dini

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com