Gaet Investor Potensial, Kemendag Fasilitasi Pelaku Usaha Binaan Ikut Pameran Waralaba

Kompas.com - 18/09/2020, 14:05 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memberi sambutan saat peluncuran Kopi Jenderal milik Budi Waseso di Lobi Kantor Pusat Perum BULOG, Setiabudi, Jakarat Selatan, Rabu (19/2/2020). Peluncuran ini bermula ketika ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang saat itu sering menangani kasus ganja di Aceh, dan berinisiatif untuk mengajak para petani ganja Aceh beralih menanam kopi. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOMenteri Perdagangan Agus Suparmanto memberi sambutan saat peluncuran Kopi Jenderal milik Budi Waseso di Lobi Kantor Pusat Perum BULOG, Setiabudi, Jakarat Selatan, Rabu (19/2/2020). Peluncuran ini bermula ketika ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang saat itu sering menangani kasus ganja di Aceh, dan berinisiatif untuk mengajak para petani ganja Aceh beralih menanam kopi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) memfasilitasi para pelaku usaha binaannya untuk mengikuti pameran lisensi dan waralaba, IFRA 2020.

Adapun IFRA 2020 merupakan pameran lisensi dan waralaba yang diselenggarakan tiap tahun. Tahun ini dalam penyelenggaraan yang ke-18, IFRA hadir dalam bentuk virtual. Pameran diadakan untuk memberikan wawasan lebih bagi industri UMKM, lisensi, dan waralaba.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, pelaku usaha itu dikirim untuk membuka kesempatan tergaet investor potensial dan go global.

"Kemendag memfasilitasi 3/5 pelaku usaha untuk mengikuti IFRA Expo. Diharapkan kesempatan ini dapat digunakan para pelaku usaha terpilih binaan Kemendag untuk mendapatkan investor potensial," kata Agus dalam opening ceremony IFRA 2020 virtual, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Impor Alas Kaki hingga Sepeda Melonjak, Menteri Agus Terbitkan Aturan Baru

Agus menuturkan, waralaba merupakan salah satu usaha yang berkontribusi besar dalam ekonomi nasional. Waralaba pun terbukti sudah memberikan keuntungan dan mampu mengurangi terjadinya risiko kegagalan.

Hal ini menjadikan waralaba menjadi sistem pemasaran yang populer di Indonesia, terbukti dengan menjamurnya merek-merek waralaba lokal baru yang dengan mudah ditemui di pusat bisnis perkotaan dan daerah.

"Waralaba menjadikan entitas yang bonafit sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi usaha di sektor riil," tutur Agus.

Agus bilang, maraknya bisnis waralaba membuktikan bahwa waralaba lokal tak kalah dari waralaba asing. Waralaba lokal berhasil melakukan ransformasi dalam hal standarisasi, manajemen perusahaan, penciptaan produk, pemasaran, hingga peningkatan pelayanan.

Tercatat hingga kini, ada sekitar 81.441 gerai dari pelaku usaha Indonesia yang menjalankan usahanya dengan menerapkan sistem waralaba maupun potensial waralaba.

Sebanyak 2/3 dari jumlah tersebut masuk dalam kategori usaha mikro kecil.

"Jumlah ini merupakan potensi yang menggembirakan untuk kembali pulihnya kegiatan usaha di sektor riil, melalui peningkatan penyerapan produk dalam negeri," ucap dia.

Baca juga: Kemendag Luncurkan Gerobak Digital untuk UMKM, Apa Itu?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Prediksi Proses Vaksinasi Covid-19 Memakan Waktu Hingga 9 Bulan

Erick Thohir Prediksi Proses Vaksinasi Covid-19 Memakan Waktu Hingga 9 Bulan

Whats New
2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

Whats New
Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Earn Smart
Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama 'Kota Rebana'

Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama "Kota Rebana"

Whats New
Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Whats New
Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Whats New
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Whats New
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Whats New
MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM 'Go Digital', Apa Saja?

MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM "Go Digital", Apa Saja?

Whats New
Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Rilis
IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

Whats New
Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Whats New
Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Whats New
Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Rilis
Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X