Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI Sebut Aturan Pinjaman Likuiditas Bank Masuk Tahap Finalisasi

Kompas.com - 28/09/2020, 15:26 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, aturan mengenai Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) untuk perbankan dalam tahap finalisasi ketiga.

Adapun aturan PLJP sebelumnya sudah ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan BI No. 22/6/PBI/2020 pada 29 April 2020 tentang perubahan kedua atas PLJP kepada bank konvensional dan PLJPS kepada bank syariah.

"Kami laporkan, kami tindak lanjuti kewenangan dalam UU No 2 tahun 2020. Kewenangan BI sudah kami tindak lanjut berkaitan dengan PLJP dan kami lakukan dan tengah dalam pembahasan di KSSK, di mana kami dalam proses finalisasi revisi ketiga," kata Perry dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Kemenkop UKM Gulirkan Program Magang untuk Cetak Wirausaha Baru

Perry menyebut, penyempurnaan Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang dimaksud menyoroti 3 aspek. Rinciannya mengenai pengaturan suku bunga dan penyederhanaan persyaratan agunan kredit.

Selanjutnya, perbankan yang memerlukan pinjaman likuiditas ini (PLJP/PLJPS) harus menyiapkan verifikasi dan valuasi agunan kredit oleh KAP/KJPP.

"Kami juga bentuk FKMM-nya (Forum Koordinasi Makroprudensial dan Mikroprudensial) dengan OJK. Kami lihat mana bank yang solvable dan LPS perlu masuk lebih awal ke situ," papar Perry.

Baca juga: Pengusaha Mal: Kami Sudah Defisit Besar-besaran

Sebagai informasi, Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) adalah pinjaman dari Bank Indonesia kepada bank untuk mengatasi kesulitan likuiditas jangka pendek yang dialami.

Sedangkan Pembiayaan Likuiditas Jangka Pendek Syariah (PLJPS) adalah pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dari Bank Indonesia kepada bank untuk mengatasi kesulitan likuiditas jangka pendek yang di alami oleh Bank.

"Jadi mungkin ada sejumlah bank perlu likuiditas dan SBN sudah tipis. Ada PLJP dengan agunan kredit, bisa diverifikasi dan divaluasi secara lebih cepat. Ini yang kita ubah (diskusikan)," pungkas Perry.

Baca juga: Menkop Teten: Penyerapan BLT UMKM Rp 2,4 Juta Sudah 72,46 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+